Perang Dagang, US$ 765 Miliar Penjualan Mobil Melayang

Perang Dagang, US$ 765 Miliar Penjualan Mobil Melayang
Ilustrasi, perakitan mobil di pabrik milik Volkswagen - dok.YouTube

Berlin, Motoris – Perang dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia yakni Amerika Serikat dengan Cina membawa dampak buruk terhadap perekonomian dunia, termasuk di sektor otomotif. Akibat pertikaian niaga itu, industri otomotif global diperkirakan kehilangan pendapatan dari penjualan senilai 700 miliar euro atau skitar US$ 765 miliar dalam tujuh tahun mendatang.

Perkiraan tersebut merupakan perhitungan yang dilakukan para peneliti di Center for Automotive Research (CAR) di universitas Duisburg Essen, Jerman. Direktur lembaga penelitian itu, Ferdinand Dudenhoeffer, mengatakan hilangnya pendapatan senilai itu terjadi karena pada tahun 2018 – 2024 penjualan 35 juta mobil lebih tak terjadi.

Lenyapnya kesempatan melego mobil sebanyak itu, karena Cina yang merupakan pasar mobil terbesar di dunia terkena imbas langsung dari perang dagang yang disulut oleh Amerika Serikat itu. Negeri Abang Sam yang dipimpin Donald Trump memberi hambatan tarif maupun non tarif kepada Negeri Tirai Bambu ini.

Ilustrasi mobil di jalanan sebuah kota di Cina – dok.The Car Connection

“Karena pasar China adalah pasar utama untuk industri otomotif Jerman, industri otomotif Jerman sangat dirugikan oleh kebijakan bea masuk Amerika Serikat. Perlakuan Amerika Serikat itu berkebalikan dengan kebijakan aliansi,” papar Dudenhoeffer seperti dilaporkan laman Xinhuanet, Kamis (3/10/2019). (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This