Pabrik Sedan Toyota Terbesar di Dunia Bakal Produksi SUV Hybrid

Pabrik Sedan Toyota Terbesar di Dunia Bakal Produksi SUV Hybrid
Ilustrasi proses produksi sedan Toyota di pabrik Toyota yang berada di Kentucky, Amerika Serikat - dok.Toyota

Kentucky, Motoris – Para petinggi Toyota Motor Manufacturing, Kentucky Inc (TMMK), memberi sinyal pabrik tempatnya bekerja akan menjadi pusat produksi mobil Toyota jenis Sport Utility Vehicle (SUV) Hybrid. Hal tersebut menyusul penurunan penjualan mobil sedan yang selama ini dibuat di pabrik terbesar Toyota di dunia itu.

Dikutip dari Bloomberg, belum lama ini, Manajer Pabrik TMMK, Susan Elkington mengatakan, kemungkinan besar pabrik yang dipimpinnya akan memproduksi salah satu SUV andalan penjualan Toyota, RAV4 Crossover mulai Januari 2020.

“Saya sedang menyiapkan tempat untuk itu. Karena kalau ingin memproduksi sesuatu yang baru, kami perlu tempat yang cukup untuk melakukannya,” ujar Elkington.

Jika rencana tersebut benar dilakukan, urusan memproduksi SUV menjadi hal yang baru bagi TMMK. Pabrik yang berdiri di Georgetown dan beroperasi sejak 1988, selama ini hanya sibuk memproduksi berbagai jenis sedan untuk pasar negara tersebut. Sebut saja Camry, Camry Hybrid, Avalon, Avalon Hybrid, dan Lexus ES 350, dengan kapasitas produksi mencapai 550 ribu unit mobil dan 600 ribu mesin per tahun.

Ilustrasi, logo Toyota – dok.USNews

Konversi satu lini produksi
Sejak tahun lalu didapuk menjadi bos TMMK, insinyur perempuan berusia 48 tahun itu mengaku memang mendapat tugas untuk mengonversi satu dari tiga lini produksi sedan menjadi SUV hybrid.

Hal tersebut dibarengi dengan suntikan modal raksasa otomotif Jepang ke TMMK sebesar US$ 1,3 miliar pada 2017. Secara total Toyota sudah menanamkan investasi sebanyak US$ 7 miliar di TMMK sejak 1988.

Mengubah konfigurasi lini produksi sedan Camry menjadi RAV4 adalah salah satu mandat perusahaan yang diberikan ke Elkington. Caranya adalah dengan memperbarui teknologi lini produksi tersebut, dan membuatnya jadi lebih efisien untuk produk-produk baru.

“Kami ingin terus menjadi kompetitif, karena harus diakui kadang kala sangat susah bersaing dengan pabrik-pabrik yang lebih muda,” tegasnya.

Proses produksi mobil Toyota – dok.Toyota

 

Pudarnya pesona sedan
TMMK memang tengah bekerja keras mempertahankan status sebagai pabrik terbesar Toyota di dunia, terutama sejak penjualan mobil sedan yang menjadi spesialisasinya mengalami penurunan.

30 tahun lalu, Toyota memang menyiapkan TMMK sebagai pusat produksi sedan yang tengah digandrungi untuk pasar Amerika Serikat (AS). Camry, selama 27 tahun merupakan merek favorit yang menopang penjualan terbesar Toyota di negara Donald Trump. Puncak produksi sedan TMMK terjadi pada 2007, yang menembus angka 514.590 unit.

Upaya Toyota menggairahkan kembali selera masyarakat AS akan mobil sedan dilakukan pada 2015, dengan menambah satu lini produksi Lexus di TMMK. Namun, peningkatan permintaan sedan yang tercermin dari jumlah produksi pabrik hanya bertahan satu tahun. Di 2016, TMMK mampu memproduksi 500.766 unit sedan.

Ilustrasi, sedan Toyota yang selesai diproduksi – dok.Toyota

Produksi pabrik mengalami penurunan dalam dua tahun setelahnya. Jim Jordan, Manajer Teknik TMMK untuk proyek RAV4 menyebut tahun lalu pabriknya hanya memproduksi 430.224 unit mobil. Sebuah kode keras bahwa selera mobil masyarakat AS mulai bergeser dan meninggalkan mobil sedan.

“Fokus kami saat ini adalah meningkatkan lagi jumlah produksi sesuai dengan kapasitas produksi dengan menghadirkan RAV4. Jika hal tersebut berhasil dilakukan, akan menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This