Pengungkap Skandal Keuangan Ghosn di Nissan “Diteror”

Pengungkap Skandal Keuangan Ghosn di Nissan “Diteror”
Ilustrasi, produk Nissan, yakni Nissan Leaf - dok.Motoris

Yokohama, Motoris – Tokoh sentral pengungkap skandal keuangan yang melibatkan bekas Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Nissan Motor Company, Carlos Ghosn, kini dikabarkan mendapat “tekanan” atau “diteror” agar hengkang dari pabrikan tersebut. Seorang sumber internal di Nissan mengatakan, upaya menekan sang tokoh itu juga “didukung” oleh Renault SA – mitra aliansi Nissan dan perusahaan – dimana Ghosn berasal.

Kabar ini diungkap laman Bloomberg News, Senin (7/10/2019) setelah mewawancarai seorang pejabat di Nissan Motor. “Tokoh sentral di Nissan Motor Co. yang berperan dalam kejatuhan mantan Chairman Carlos Ghosn dan menjadi tokoh kunci dalam pembicaraan antara tokoh-tokoh Nissan dengan Renault SA kini berada di bawah tekanan untuk meninggalkan perusahaan (Nissan) pasca terungkapnya skandal keuangan itu. Menurut tokoh yang mengetahui secara persis kasus iini,” tulis media itu.

Bahkan, lanjut laman itu,  upaya menggulingkan Hari Nada – sang tokoh kunci itu – dari jabatannya dan Nissan juga yang mendapat dukungan dari Renault. Tekanan ini menyebabkan dia dipaksa untuk mengundurkan diri.

Hari Nada – dok.Nissan Motor Company

Upaya itu kemungkinan bisa segera menjadi kenyataan setelah rapat dewan perusahaan (aliansi Nissan-Renault) pada Selasa (8/10/2019), besok. Nada (55 tahun) merupakan senior vice president di Nissan dan bekerja di kantor kepala eksekutif di bawah Ghosn, dan terus berlanjut hingga masa kepemimpinan pengganti Ghosn, Hiroto Saikawa.

Bulan lalu, Saikwa mengundurkan diri dari Nissan karena diduga terlibat dalam kasus kompensasi stok produk. Adapun Nada direncanakan menjadi saksi kunci dalam persidangan Ghosn tahun depan.

Namun, Juru Bicara Nissan Azusa Momose membantah kabar Nada bakal mengundurkan diri. Dia menastika, pria asal Malaysia yang bergabung dengan Nissan sejak 1990 itu akan tetap di Nissan. “Dia akan terus menjadi anggota Nissan dan dia tidak punya alasan untuk pergi,” kata dia.

Hanya, hingga kini pria itu tidak menanggapi pesan yang dikirim via email maupun tekepon dari Bloomberg News. Sedangkan perwakilan Renault menolak berkomentar.

Ilustrasi, pabrik Nissan – dok.The Independent

Sebelumnya, seperti dilaporkan Japan Times, Ghosn didakwa melakukan manipulasi keuangan karena tidak melaporkan pendapatannya senilai 5 miliar yen atau sekitar Rp638 miliar sepanjang tahun fiskal 2010-2014. Selain itu, pria kelahiran berdarah Lebanon, kelahiran Brasilia 9 Maret 1954 itu juga diduga telah menyalahgunakan fasilitas anggaran Nissan untuk kepentingan pribadi. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This