Cara Toyota Buktikan Keunggulan Mobil Hybrid untuk Indonesia

Cara Toyota Buktikan Keunggulan Mobil Hybrid untuk Indonesia
Mobil-mobil Toyota yang berteknologi hybrod dan plug-in hybrid dites jalan dari Banyuwangi menuju Bali - dok.Motoris

Banyuwangi, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) menggelar test drive mobil terelektrifikasi – jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) – besutan Toyota dengan menempuh jarak 376 kilometer dari Banyuwangi ke Bali.

Tes ini bukan sekadar menguji kenyamanan kendaraan tetapi juga membuktikan keunggulan teknologi mobil listrik atau terlektrifikasi yang telah dirintis Toyota hampir tiga dekade lalu itu.

Seperti diungkapkan Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, Toyota Motor Corporation melakukan pengembangan kendaraan ramah lingkungan melalui teknologi elektrifikasi sejak awal dekade 1990-an.

“Selain berbasis Battery Electric Vehicle (BEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Toyota juga mengembangkan kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-In Hybrid Electrid vehicle (PHEV),” kata dia dalam keterangan tertulis yang dibagikan di sela acara test drive, Rabu (9/10/2019).

Pengembangan kendaraan berteknologi terlektrifikasi ini, lanjut Anton, bukan sekadar jawaban Toyota atas tantangan mobilitas masa depan, tetapi juga komitmen terhadap masa depan ekologi di planet bumi. Kehadiran mobil-mobil berteknologi seperti itu menjadi bukti komitmen pabrikan dalam mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, sekaligus menyuguhkan teknologi yang beremisi CO2 rendah.

Toyota Prius Plug-in Hybrid – dok.Motoris

Keberhasilan Toyota menghadirkan teknologi hybrid pada tahun 1997 telah menjadikan Toyota sebagai pionir kendaran ramah lingkungan di dunia. Namun, Toyota tak berhenti setelah keberhasilan tersebut dicapai.

Pabrikan ini terus menembangkan teknologi anyar bernama Hybrid Synergy Drive (HSD) yang merupakan teknologi generasi terbaru dari pengembangan THS. “Teknologi ini memotivasi Toyota untuk menghadirkan lebih banyak lagi line-up mobil HEV di pasar global dan menempatkan Toyota sebagai merek kendaraan ramah lingkungan terbesar di dunia saat ini,” jelas Anton.

Hampir semua line-up Toyota
Kini, hampir semua line-up kendaraan global Toyota mempunyai varian HEV. Bahkan kehadiran varian-varian tersebut juga telah terbukti bisa diterima dengan baik oleh konsumen di berabagi penjuru dunia.

Lebih dari itu, sebut Anton, sejumlah mobil konsep dari masing-masing platform elektrifikasi – mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga battery electric vehicle, dan lainnya – telah berhasil diciptakan. Hanya, platform kendaraan yang dihadirkan di suatu tempat juga disesuaikan dengan kondisi lokal, terutama ketersediaan infrastruktur pendukung.

“Tetapi, mengingat teknologi tersebut memiliki keunggulan yang berbeda-beda dan penggunaannya perlu memperhatikan situasi kondisi sumber energi (infrastruktur) di masing-masing negara. (oleh karena itu) HEV (hybrid) merupakan kendaraan elektrifikasi yang lebih dulu diprioritaskan untuk diproduksi secara massal oleh Toyota,” papar dia.

Toyota C-HR hybrid menjadi salah satu kendaraan terlektrifikasi Toyota yang dites bersama awak media dari Banyuwangi ke Bali – dok.Motoris

Toyota pun membuktikan pilihan skala prioritas itu. Termasuk, kesesuaiannya di Indonesia, baik kesesuaian dengan kondisi alam Indonesia, maupun kesesuaiannya dengan kebiasaan atau budaya berkendara masyarakat di Tanah Air. Untuk itu, PT TAM menggelar test drive yang melibatkan awak media selama tiga hari,  9-11 Oktober.

Mobil yang dites merupakan Hybrid Electrical Vehicle dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle. Diantara mereka adalah, Toyota Alphard, Toyota C-HR, Toyota Camry, Toyota Corolla Altis, dan Toyota Prius.

Tes ini menempuh rute mulai dari dari Bandara Blimbingsari, De Djawatan, Dealer Auto 2000 Banyuwangi, dan finish di Baluran National Park. Kemudian, di hari kedua, perjalanan dilanjutkan menuju ke Bali dengan menyeberang di pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. (Lut)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This