Ekonomi Global Meredup, Ekspor Toyota Indonesia Masih Meletup

Ekonomi Global Meredup, Ekspor Toyota Indonesia Masih Meletup
Prototipe Toyota Fortuner untuk mobil patroli polisi yang ditawarkan TMMIN ke negara-negara di kawasan Timur Tengah - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Perekonomian global yang terus melemah hingga kini – dan diprediksi Dana Moneter Internasional (IMF) sampai akhir tahun hanya tumbuh 3% – telah berdampak ke negara-negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia. Meski begitu hingga September lalu, ekspor yang dibukukan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih “meletup” dengan kenaikan 3%.

Seperti diungkapkan Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, di sembilan pertama tahun 2019 ini, ekspor Toyota masih berada pada jalur positif.

“Alhadulillah masih naik, trennya masih bagus meskipun tantangan juga tidak kecil. Kan, prediksi perekeonomian global tahun ini (seperti diperkirakan Bank Dunia dan IMF masih melemah) hanya growth (tumbuh) 3%. Nah, di kita (Indonesia, hanya 5% atau meleset dari target yang dipatok di APBN sebesar 5,3%). Jadi, tantangannya bagaimana bisnis kita masih stay tahun ini,” ungkap Warih saat ditemui usai penyerahan penghargaan Primaniyarta dari Pemerintah Ri kepada TMMIN, di ICE, Serpong, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Di rentang waktu Januari – September kemarin, ekspor yang dibukukan TMMIN mencapai 158.700 unit. Jumlah ini meningkat 3% dibanding jumlah ekspor pada kurun waktu yang sama tahun lalu, yang sebanyak 154.600 unit.

TMMIN juga menawarkan mobil untuk kas keliling bank yang akan ditawarkan ke sejumlah negara termasuk Vietnam – dok.Motoris

Ekspor sebanyak itu terdiri dari sejumlah model, dengan model terlaris Toyota Fortune, dengan total 37.000 unit. Terbanyak kedua, Toyota Rush sebanyak 36.900 unit, disusul Avanza 22.400 unit, dan Vios 21.900 unit.

“Itu yang berwujud utuh (Completely Build Up/CBU). Untuk CKD (Completely Knock Down) sebanyak 34.300 lot dalam periode tersebut.Lot itu setara dengan satu boks komponen penting dari sebuah mobil,” jelas Warih.

Menurut Warih, beberapa negara tujuan ekspor utama seperti Vietnam dan Filipina di Asia Tenggara, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, dan Afrika antara lain Mesir, saat ini terkena dampak loyonya ekonomi global. Lantaran itulah, kata Warih, TMMIN juga berusaha untuk melakukan inisiatif membuka pasar baru di luar pasar tradisional tersebut, tetapi tetap berkoordinasi dengan Toyota Motor Corporation.

“Jadi kita bisa usulkan (membuka pasar baru). Dan kita sudah beberapa melakukan itu, kaya kemarin kita bertemu duta besarnya Afrika, Panama, Guatemala, Kamboja, atau negara-negara baru, yang berubah dari ( sebelumnya) second car (pembelian mobil bukan prioritas kebutuhan utama) menjadi first car (pembelian mobil jadi prioritas utama),” kata dia.

Ilustrasi, Presiden Joko Widodo saat menyaksikan ekspor Toyota Fortuner didampingin Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono – dok.TMMIN

Primaniyarta ke-10
Pada saat dan di tempat yang sama, Warih mengatakan, TMMIN tahun ini kembali menerima penghargaan Primaniyarta dari pemerintah atas kinerja ekspor yang dibukukan. Penghargaan tahun ini merupakan yang ke-10 kalinya diterima oleh TMMIN.

“Dan tahun ini merupakan tahun yang sangat istimewa, karena milestone (tonggak sejarah) baru bagi kami. Ini merupakan rekor dalam pencapaian ekspor kami dalam 10 tahun atau sejak 1987 sampai 2018 lalu. Karena di tahun itu (2018) ekspor kita mencapai 200.000 unit setahun. Itu pertama kalinya dicapai,” papar Warih.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, menyebut ekspor kendaraan Toyota tahun itu memberi kontribusi sekitar 78% terhadap total ekspor kendaraan utuh dari Indonesia. Menariknya, kata Bob, produk-produk yang diekspor Toyota ini memiliki tingkat kandungan lokal 75-94%.

“Ini menandakan bahwa hanya sebagian kecil dari komponen kendaraan bermerek Toyota yang menggunakan material impor. Hal ini juga memberi potensi pada penguatan pengembangan industri komponen lokal di Indonesia,” tandas dia.

Penyerahan penghargaan Primaniyarta yang merupakan penghargaan ke-10 bagi PT TMMIN oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono – dok.TMMIN

Bob menegaskan, kinerja ekspor Toyota tidak saja memberikan nilai tambah dalam penyerapan material lokal yang juga sekaligus menjadi jembatan bagi Industri Komponen Lokal dan Usaha Kecil Menengah di Tanah Air untuk memasarkan produknya, tetapi juga membentuk keunggulan model kendaraan Toyota yang dibuat di Tanah Air.

“Pengalaman selama 30 tahun dalam merambah pasar global membentuk DNA serta mentalitas Toyota dan grupnya di Indonesia untuk menghadirkan produk yang berorientasi ekspor,” imbuh Bob. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS