Soal “Trade Barrier” Vietnam, Begini Sikap Toyota Indonesia

Soal “Trade Barrier” Vietnam, Begini Sikap Toyota Indonesia
Ilustrasi, Toyota Innova yang diekspor TMMIN-dok.TMMIN

Tangerang, Motoris – Pasar Vietnam merupakan salah satu pasar ekspor terpenting di wilayah Asia Tenggara bagi PT Toyota Motor Manufacuring Indonesia (TMMIN), sehingga jika negara ini memberlakukan hambatan perdagangan (trade barrier), maka Toyota akan merasakan akibatnya. Kendati begitu, Toyota berharap jika itu terjadi tak perlu saling membalas, tetapi cukup dilakukan dengan diplomasi.

“Sebenarnya trade barrier atau apapun, akan didiskusikan lebih lanjut. Masing-masing negara pasti punya kepentingan, termasuk kita dengan Vietnam. Pasti Pak Menteri (Menteri Perdagangan) mengatakan jangan (dipersulit). (meskipun) Kita juga punya impor dari Vietnam, masa mau saling barrier (membalas dengan menyetop imor dari Vietnam).,” tutur Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, saat ditemui usai penerimaan penghargaan Primaniyarta kepada TMMIN, di ICE, Serpong, tangerang, Rabu (16/10/2019).

Menurut Warih, Toyota juga terus berkepentingan menjaga kinerja ekspor, terutama di tengah ekonomi dunia yang tengah bergejolak dan dampaknya membuat perekonomian negara-negara di berbagai kawasan. Tidak terkecuali negara tujuan ekspor Toyota, termasuk Vietnam.

Oleh karena itu, dia berharap kelangsungan ekspor di negara-negara yang selama ini menjadi pasar tradisional ekspor Indonesia terus terjadi. “Kan, prediksi perekonomian global tahun ini (seperti diperkirakan Bank Dunia dan IMF masih melemah) hanya growth (tumbuh) 3%. Nah, di kita (Indonesia, hanya 5% atau meleset dari target yang dipatok di APBN sebesar 5,3%). Jadi, tantangannya bagaimana bisnis kita masih stay tahun ini,” papar dia.

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono bersama Direktur Administarsi Korporasi dan Komunikasi Eksternal TMIN Bob Azam – dok.Motoris

Pada tahun 2018 lalu pemerintah Vietnam menerapkan kebijakan Decree No.116/2017/ND-CP atau Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly and Import of Motor Vehicles and Trade in Motor Vehicle Warranty and Maintenance Services. Akibatnya, kegiatan ekspor Indonesia sempat tersendat.

Kini, Vietnam juga menyiapkan amunisi baru untuk menghambat serbuan produk impor ke negaranya. Seperti diungkap Duta Besar Indonesia Untuk Vietnam Ibnu Hadi, Kamis (1/8/2019) lalu, negara itu menyiapkan aturan anyar bernama consumer special tax atau pajak khusus untuk mobil impor.

Data ekspor
Warih kaget ketika dikonfirmasi soal data yang menunjukan volume ekspor Toyota terus menyusut sejak tahun 2017 lalu hingga Juli tahun ini. Sebelumnya, data yang disodorkan oleh Kementerian Perindustrian menunjukan, sepanjang tahun 2017, ekspor mobil Toyota dalam wujud utuh (CBU) ke Vietnam masih sebanyak 12.222 unit.

Namun, di tahun 2018 menyusut menjadi 7.889 unit. Dan bahkan, di tahun ini, dari Januari – Juli lalu tercatat sebanyak 5.272 unit.

Ilustrasi, Toyota Rush yang ditujukan untuk ekspor – dok.Motoris

Catatan kinerja ekspor Toyota ke Negeri Paman Ho itu berkebalikan dengan Daihatsu Indonesia. Masih menurut data tersebut, pada tahun 2017, ekspor CBU Daihatsu tercatat masih nihil.

Tetapi di tahun berikutnya, sebanyak 7.264 unit, dan di tahun 2019 selama tujuh bulan atau dari Januari – Juli sudah sebanyak 6.166 unit atau lebih banyak dibanding jumlah ekspor Toyota.

“Kita masih yang terbanyak. Saya enggak tahu data seperti itu, sebaiknya ditanya ke yang bikin data laporan itu,” imbuh Warih. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This