Terseok Disundul Penjualan Aliansi, Renault Ganti Strategi

Terseok Disundul Penjualan Aliansi, Renault Ganti Strategi
Ilustrasi, Renault - dok.Japan Times

Paris, Motoris – Sesaat setelah ditetapkan sebagai pejabat sementara Chief Executive Officer (CEO) Renault, Clotilde Delbos, langsung menegaskan akan mengubah haluan strategi pabrikan di pasar global, dalam waktu dua pekan ke depan. Sebelumnya, strategi yang ditetapkan bekas CEO pabrikan – Carlos Ghosn – pada Oktober 2017 lalu.

Seperti dilaporkan laman Automotivenews, Jumat (18/10/2019) Delbos menegaskan perlunya strategi anyar Renault. Minimal, balik lagi ke strategi awal sebelum diubah Ghosn.

Seperti diketahui, di Oktober 2017 lalu, Ghosn yang naik ke posisi pimpinan tertinggi Renault, yakni CEO sekaligus Chairman Dewan grip perusahaan meluncurkan formula strategi baru. Diantaranya, memperluas kiprah Renault di pasar dan mengintensifkan hubungan operasional dengan sekondan aliansinya dari Jepang – Nissan Motor Company – untuk memperbesar pundi-pundi keuntungan.

Namun, nyatanya, strategi itu tak bertaji. Fakta berbicara, arus kas perusahaan malah negatif, hingga beberapa tahun setelahnya. Bahkan, di sepanjang paruh pertama tahun ini, pendapatan Renault ambles, karena penjualan Nissan yang jeblok di pasar negara berkembang seperti Turki dan Argentina.

Keterpurukan Renault berujung “dilengserkannya” CEO – pengganti Carlos Ghosn yang teseret skandal keuangan di aliansi – Thierry Bollore, pada Jumat (18/10/2019) kemarin. “Sayang, situasinya (bisnis Renault) belum membaik selama musim panas dan kami harus mengembalikan Renault ke jalurnya (mengubah strategi). Kita perlu membuat beberapa pilihan (strategi) baru,” papar dia keada para karyawan pabrikan, seperti dilansir Bloomberg.

Ilustrasi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi dan Caros Ghosn- dok, Nikkei.jpg

Delbos pun menunjukan arus kas negatif Renault sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Pengeluaran yang relatif tinggi untuk penelitian, pengembangan, dan investasi disebut menjadi biangnya. Dia juga menyerukan kejujuran dan transparansi di dalam perusahaan.

Sejak Ghosn ditangkap di Tokyo November 2018 lalu atas tuduhan kejahatan keuangan, jalinan aliansi Renault dan Nissan dalam kondisi yang kian ruwet. Ketua Renault Jean-Dominique Senard sempat meminta dilakukan merger antara dua pabrikan itu, namun ini ditolak mentah-mentah oleh Nissan.

Pada saat bersamaan, Senard melakukan pembicaraan dengan Fiat untuk menjalin kongsi, tetapi tanpa sepengetahuan Nissan. Alhasi, Nissan pun berang, dan upaya itu gagal. Maklum, Renault merupakan pemegang 43% saham Nissan.

Delbos menegaskan kembali sikap Senard bahwa aliansi Perancis-Jepang perlu diperbaiki sebelum kongsi dengan Fiat dapat dihidupkan kembali. “Jika ada cara untuk menghidupkannya kembali, tentu saja kami akan tertarik, tetapi, yang utama, kita harus menjaga diri kita sendiri dan aliansi,” kata dia.

Kantor Pusat Renault Group – dok.Bloomberg Quint

Suram di enam bulan
Penjualan Renault – di dalam aliansi dengan Nissan dan Mitsubishi Motors – di rentang waktu Januari – Juni memang suram. Seperti dilaporkan Asia Nikkei, belum lama ini, di kurun waktu itu penjualan aliansi hanya 5,21 juta unit, dan diasapi Volkswagen yang sebanyak 5,37 juta unit dan Toyota yang mencapai 5,31 juta unit.

Padahal, di tahun lalu, pada periode yang sama, penjualan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi mencapai 10,76 juta kendaraan ringan. Jumlah ini mengungguli penjualan VW Group dan Toyota Motor, jika kedua pesaing itu tak memasukan penjualan truk berat dalam laporan mereka.

Ilustrasi, jalinan kongsi Renault-Nissan – dok.Nikkei Asia Review

Laman Autonews melaporkan, kala itu Nissan berhasil melego 5,65 juta unit, Mitsubishi 1,22 juta unit, dan Renault sebanyak 3,88 juta unit. Di aliansi ini Renault memiliki posisi strategis.

Pasalnya, di pabrikan yang berdiri sejak 1 Oktober 1898 itu, Kementerian Keuangan Perancis menggenggam 15% sahamnya. Pada sisi lain, Renault mencengkeram 43% saham Nissan. Sebaliknya Nissan hanya memiliki 15% saham Renault, dan tanpa hak suara. Sedangkan Nissan menggenggam 34% saham Mitsubishi. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This