TMS 2019: Cara Cerdik Toyota Masyarakatkan Mobil Listrik ke Dunia

TMS 2019: Cara Cerdik Toyota Masyarakatkan Mobil Listrik ke Dunia
Konsep mobil listrik Toyota - dok.Torque Singapore

Tokyo, Motoris – Meski telah menjadi harapan dan keinginan dunia untuk mengatasi persoalan lingkungan dari ancaman polusi udara dan pemanasan global terhadap lapisan ozon, serta menyikapi kian langkanya bahan bakar fosil, tetapi penggunaan mobil listrik di dunia masih belum maksimal. Tahun lalu, tercatat baru 1.21 juta unit mobil listrik yang terjual di pasar global.

Toyota Motor Corporation (TMC) sebagai pabrikan mobil terbesar di dunia memiliki komitmen untuk menyongsong sistem mobilitas masa depan termasuk mobil listrik. Lantaran itulah, pabrikan ini meramu startegi untuk memasyarakatkan mobil bersumber tenaga dari arus setrum itu.

Seperti dilaporkan Wartawan Motoris M.Lulut Ayatulloh dari gelaran Tokyo Motor Show 2019, Rabu (23/10/2019), Toyota menegaskan akan kooperatif dan bekerja sama dengan berbagai pihak – termasuk peerintah di berbagai penjuru dunia – untuk mempromosikan inisiatif untuk membangun model bisnis baru dalam pemasyarakatan mobil listrik.

Wartawan Motoris M. Lulut Ayatulloh di Tokyo Motor Show 2019 – dok.Motoris

“Kami memiliki inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan model bisnis baru guna memanfaatkan BEV (mobil listrik berbasis baterai) ultra kompak. Untuk tahap awal kami mulai di Jepang. Untuk area di mana pasar BEV sudah berkembang, akan dikembangkan berbagai jenis dan model BEV yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang biaya operasionalnya rendah,” ungkap Toyota ZEV Factory, Akihiro Yanaka.

Dia menyebut dari total penjualan mobil listrik di dunia sepanjang tahun 2018 kemarin yang sebanyak 1.21 juta unit, 707.800 unit di antaranya terjual di Cina. Kemudian, di Prancis 32.200 unit, Jerman 37.300 unit, Norwegia 46.000 unit, serta di Amerika Serikat sebanyak 228.600 unit, dan sisanya di negara lain.

“Ini akan kami dorong terus dengan menghadirkan model yang sesuai dengan keutuhan dan tren di suatu tempat. Kami juga akan menghadirkan baterai dengan daya tinggi sehingga mampu mendukung mobil untuk menemouh jarak yang lebih jauh. Maklum, persoalan daya jangkau ini sangat mempengaruhi persepsi orang terhadap mobil listrik, sehingga mereka masih ragu untuk menggunakannya,” papar dia.

Ilustrasi, beberapa konsep mobil listrik Toyota – dok.Toyota

Teknologi fuel cell meluas
Pada saat yang sama, Executive Vice President, Chief Technology Officer Toyota Shigeki Terashi telah mengembangkan teknologi fuel cell dalam berbagai bentuk kegunaan pada kendaraan. Bahkan kendaraan-kendaraan yang digunakan sebagai sarana pendukung produksi di pabrikan.

“Jadi jangan berpikir FCEV (fuel cell electric vehicle) tidak akan digunakan secara luas. Kendaraan jenis ini bukan hanya Toyota Mirai saja, tetapi juga kendaraan lain dalam berbagai model,” kata dia.

Terashi pun menunjuk contoh forklift di pabrik Toyota yang digunakan sebagai sarana pendukung aktivitas produksi di pabrik. Bahkan, juga digunakan oleh kendaraan luar angkasa.

Ilustrasi, Toyota Mirai Fuel Cell Electric Vehicle, – dok.Motoris

Lebih dari itu, lanjut Terashi, Toyota juga telah memasok teknologi sistem fuel cell ke sejumlah pabrikan lain yang memproduksi kendaraan listrik. Di antara prabrikan yang dipasok itu adalah, pabrikan pembuat bus listrik BYD di Cina, kemudian Foton, SinoHytec, King Long, ReFire, dan sebagainya.

“Diantaranya juga digunakan untuk heavy duty truck,” imbuh dia. (Lut)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This