Poles Kinerja, Nissan Bakal Pangkas Datsun

Poles Kinerja, Nissan Bakal Pangkas Datsun
Ilustrasi, ragam varian Datsun yang dipasarkan Datsun Indonesia - dok.Istimewa

Yokohama, Motoris – Nissan Motor Company disebut segera melakukan pemangkasan di merek Datsun sebagai realisasi dari “rencana pemulihan kinerja” setelah kinerja penjualannya bengep di pasar global dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah varian produk yang tak laku di Nissan maupun Datsun bakal “dimatikan” dan pabrik perakitan yang berada di wilayah tak laris akan dievaluasi untuk dipangkas kapasitas produksinya.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (23/10/2019) informasi itu diungkapkan dua orang sumber terpercaya di internal Nissan. Rencana ini merupakan teroosan dan strategi radikal untuk keluar dari belitan krsis, pasca bekas CEO Nissan – yang terjungkal karena skandal keuangan – Carlos Ghosn dilengserkan.

“Ini merupakan strategi memutar balik kebijakan ekpansionis yang dibuat Carlos Ghosn yang bertujuan untuk memacu penjualan di sejumlah pasar utama seperti Amerika Serikat dan wilayah lainnya,” sebut sumber tersebut.

Ilusrasi, Datsun GO-Live Special Version di IMX 2018 – dok.Motoris

Selain beberapa model Datsun, sejumlah model Nissan juga bakal diakhiri hidupnya, antara lain pikap Titan. Sedangkan fasilitas perakitan yang bakal dipangkas, disebut berada di negara-negara berkembang yang selama ini memproduksi Datsun dan mobil-mobil kecil lainnya, dengan penjualan yang kembang kempis.

“Kami perlu memetakan kondisi (dimana saja pabrik dan model-model yang tidak layak dipertahankan) yang selama ini menjadi beban,” kata sang sumber.

Kecuali di Cina, semua pabrik kini tengah dievaluasi dengan cermat. Tidak akan ada penutupan pabrik, tetapi hanya mengurangi kapasitas produksi secara proporsional berdasar kondisi nyata yang ada.

Ilustrasi, Datsun Cross, model andalan Datsun di segmen city car- dok. Datsun

Khusus di Amerika Serikat – yang merupakan salah satu pasar terbesar Nissan – praktik bisnis penjualan mobil ke operator penyewaan mobil dengan diskon gede-gedean, akan dihentikan. Sebab, praktik itu selain merusak citra juga menggerus laba.

“Kami mencoba untuk membersihkan apa yang telah terjadi di masa lalu,” ucap sumber itu.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Jun Seki, seorang Senior Vice President & Vice Operation Head, disebut bakal mendapat tugas untuk menjalankan misi ini. Seki dikabarkan segera membeberkan rencana pemulihan kinerja tersebut. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This