Kelas Menengah Atas Tetap Eksis, Mobil Hybrid di RI Laris

Kelas Menengah Atas Tetap Eksis, Mobil Hybrid di RI Laris
Toyota C-HR hybrid, salah satu mobil hybrid yang telah dipasarkan PT Toyota Astra Motor- dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari – September penjualan mobil berteknologi hybrid dari pabrik ke diler (wholesales) di Indonesia tercatat sebanyak 634 unit. Angka ini jauh melejit dibanding periode sama tahun lalu yang hanya sebanyak 63 unit.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang waktu itu, Toyota mendominasi penjualan mobil hybrid di Tanah Air. Fakta ini sebelumnya juga diungkap Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy.

“Sampai dengan September (Januari – September) kemarin, sudah ada sekitar 500-an unit mobil hybrid Toyota yang dikirim ke customer. Paling banyak, Toyota C-HR hybrid. Itu porsinya sekitar 30%,” tutur Anton saat ditemui di sela Journalist Test Dirive Toyota Electrified Vehicle, di Bali, beberapa waktu lalu.

Selain C-HR hybrid, agen pemegang merek Toyota di Indonesia itu juga memasarkan Toyota Camry hybrid, Prius hybrid, serta Toyota Alphard hybrid. Tren penyerapan mobil hybrid Toyota, kata Anton, terus berada di tren positif, sejak pertama kali dipasarkan di Indonesia pada tahun 2007.

Mobil-mobil Toyota yang berteknologi hybrod dan plug-in hybrid dites jalan dari Banyuwangi menuju Bali – dok.Motoris

“Sejak tahun 2007 sampai September tahun ini, total penjualan sebanyak 2.284 unit. Dari jumlah itu, 500 unitnya terjadi di Januari – September tahun ini, artinya di periode sembilan bulan sekarang penjualannya mencapai sekitar seperempat total penjualan,” papar Anton.

Kesadaran terhadap teknologi ramah lingkungan dan ingin tampil berbeda, merupakan faktor utama yang pendorong pembelian mobil jenis ini oleh konsumen. Maklum, pembeli kendaraan ini merupakan kelompok masyarakat kelas menengah ke atas.

Mobil Plug-in Hybrid, Mitsubishi Outlander PHEV diluncurkan secara resmi di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Konsumsi kelas menengah
Pernyataan serupa diungkapkan Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah. Menurut dia, larisnya kendaraan-kendaraan dengan spesifikasi tertentu dengan harga yang lebih mahal dibanding mobil biasa, merupakan bukti bahwa kelas menengah dan atas Indonesia tahan dari gejolak perekonomian.

“Artinya, portofolio bisnis atau investasi mereka yang bisa saling mensubtitusi, menjadikan pendapatan dan aset mereka tidak berubah, atau malah juga semakin bertambah. Artinya, ketika ekspor komoditas turun, investasi mereka di bidang lain seperti di sektor keuangan masih mengutungkan. Ini misalnya, sehingga tetap aman. Kondisi seperti inilah yang menjadikan pola konsumsi mereka tidak berubah, ternasuk dalam pembelian kendaraan,” ungkap Pieter saat dihubungi, Jumat (1/11/2019).

Toyota Prius hybrid- dok.Motoris

Bukti tingkat konsumsi masyarakat Indonesia – terutama kelas menengah ke atas – tak berubah, kata Pieter bisa dilihat dari data yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut lembaga itu, sepanjang kuartal kefua kemarin, sektor konsumsi di Indonesia menyumbang 55,79% terhadap Produk Domestik Brutto. Dari porsi itu, 40% lebih merupakan konsumsi rumah tangga.(Lut/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This