Soal Harga Sedan, BMW Indonesia Masih Pelajari Peraturan

Soal Harga Sedan, BMW Indonesia Masih Pelajari Peraturan
Ilustrasi, New BMW 740 Li - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – BMW Indonesia masih akan melihat turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 yang menjadi acuan baru tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk menetapkan harga sedan BMW turun atau tidak. Sementara PP ini mulai berlaku efektif Oktober 2021 mendatang.

“Jadi kami harus menunggu dulu peraturan turunan di tingkat kementerian. Setelah itu kita pelajari, dan baru bisa diputuskan apakah akan mempengaruhi ke harga sedan atau tidak,” tutur Vice President Sales BMW Indobesia, Bayu Riyanto, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Bayu, peraturan baru tentang PPnBM itu dinilai positif, karena pentarifan tidak lagi berdasarkan jenis kendaraan. Melainkan besaran emisi gas buang yang dihasilkan atau konsumsi bahan bakar.

Tampilan belakang The New BMW 740LI Opulance – dok.Motoris

Pada skema baru itu semua mobil penumpang berbahan bakar fosil yang kapasitas silindernya di bawah 3.000 cc, dikenakan PPnBM sebesar 15%, 20%, 25%, hingga 40%. Penetapan tarif untuk sebuah kendaraan berdasar emisi CO2 yang dihasilkan dan konsumsi bahan bakar.(Kpr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS