Distribusi Susut, Penjualan Ritel Toyota Masih Nanjak

Distribusi Susut, Penjualan Ritel Toyota Masih Nanjak
Ilustrasi, Toyota Innova yang dipajang di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Oktober lalu, PT Toyota Astra Motor membukukan distribusi atau penjualan ke diler (wholesales) sebanyak 30.900 unit atau susut 2,83% dibanding bulan September. Namun, penjualan langsung dari diler ke konsumen masih menanjak.

Namun, perti diungkapkan Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, Minggu (3/11/2019) malam, pejualan ritel di bulan kesepuluh itu naik 7,51%. Jumlahnya, menjadi 28.600 unit atau bertambah banyak 2.000 unit dibanding bulan sebelumnya.

Penjualan ritel pada Oktober, kata Soerjo, didongkrak oleh empat model. Keempatnya adalah, Toyota Avanza yang terjual sebanyak 7.800 unit, Kijang Inova yang laku 4.600 unit, Calya 4.500 unit, serta Rush yang terjual 4.400 unit. Total penjualan keempatnya mencapai 21.300 unit atau setara dengan 74,47%.

Toyota Avanza saat diajak melibas genangan air di Toyota Driving Experience – dok.PT TAM

Jika dilihat dari varian dari penyokong penjualan itu, tiga diantaranya merupakan Multi Purpose Vehicle (MPV). Fakta ini sekaligus menunjukan bahwa mobil keluarga serbaguna merupakan jenis kendaraan favorit masyarakat.

“Dominasi model MPV seperti Avanza, Calya, dan Kijang Innova menegaskan bahwa MPV memang kendaraan yang sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kami mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan seluruh masyarakat Indonesia,” papar Soerjo.

Menurut dia, penjualan di Oktober tersebut juga menjadi indikasi positif yang menunjukan tren pasar otomotif khususnya kendaraan Toyota terus menggeliat di pengujung tahun. Tren ini diharapkan bisa berlanjut di November dan Desember, sehingga total penjualan nasional seluruh merek bisa mencapai 1 juta unit.

Ilutrasi, Toyota New Calya, versi penyegaran dari LCGC Toyota Calya yang diluncurkan PT Toyota Astra Motor diyakini bakal memantik minat konsumen – dok.Motoris

“Ini menjadi modal positif untuk tahun depan, karena kita semakin percaya diri menghadapi tantangan di tahun depan karena tantangan yang juga masih berat terkait kondisi ekonomi global, proteksionisme, dan geopolitik yang diperkirakan masih bergejolak,” imbuh Soerjo. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This