Malaysia dan Cina, Lokasi Terbaik Produksi Mobil di Asia

Malaysia dan Cina, Lokasi Terbaik Produksi Mobil di Asia
Proses produksi mobil di sebuah pabrik mobil di Cina - dok.Wall Street Journal

Kuala Lumpur, Motoris – Lembaga pemeringkatan dan analis, Fitch Solutions – anak perusahaan Fitch Ratings – Senin (4/11/2019) lalu telah merilis hasil pemeringkatan daya tarik dan kemudahan memproduksi mobil di negara-negara Asia. Hasilnya, Malaysia dan Cina sebagai negara yang paling menarik.

Seperti dilaporkan Xinhuanet, Selasa (5/11/2019), dalam pemerungkatan Autos Production Risk Reward Index (RRI) itu, perusahaan asal New York, Amerika Serikat, itu menggunakan skor 0 – 100. Semakin besar skor yang diperoleh, berarti negara yang bersangkutan semakin menarik sebagai lokasi produksi.

Dari negara-negara yang dianalisa, Malaysia mendapatkan skor 71,2 dalam RRI regional Asia Tenggara. Dengan perolehan skor itu, Malaysia menggusur posisi Thailand yang tahun lalu mendapatkan skor 69 dan menjadi negara paling menarik untuk produksi mobil di kawasan.

Thailand kini berada di urutan kedua di Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih ini dinilai memiliki “kekurangan” dalam hal tenaga kerja.

Ilustrasi, Malaysia Auto Show 2019 – dok.Youtube

Namun, untuk lingkup Asia, Thailand berada di urutan ketiga setelah Malaysia dan Cina. Sebab, di skup ini, Cina endapatkan skor 69,2 atau persis berada di bawah Malaysia.

Negeri Tirai Bambu itu dinilai memiliki keunggulan volume produksi kendaraan, lanskap kompetitif, serta lanskap manufaktur. “Tetapi, secara keseluruhan, Asia mempertahankan posisinya sebagai wilayah yang paling menarik secara global untuk memulai atau mempertahankan operasi manufaktur otomotif. Posisinya, di atas Eropa yang memiliki skor 52,8,” bunyi pernyataan Fitch Solution.

Proses produksi mobil di sebuah pabrik di India – dok.DW.com

Laporan pemeringkatan itu juga menyebut Thailand, Malaysia, Cina, dan India telah menawarkan insentif paling menarik bagi pabrikan mobil yang ingin memulai atau mempertahankan operasi pabriknya. Sementara itu, Jepang menjadi satu-satunya pasar Asia yang masih terus berkembang, terutama dalam hal insentif produksi. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This