Tesla Minati Investasi Baterai Listrik di Indonesia

Tesla Minati Investasi Baterai Listrik di Indonesia
Ilustrasi, Tesla - dok.The Verge

Jakarta, Motoris – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, produsen mobil dan baterai listrik asal Palo Alto, California, Amerika Setikat – Tesla Inc – berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Meski belum disebutkan kapan investasi tersebut bakal direalisasi, namun pemerintah Indonesia berjanji akan terus melakukan pembenahan proses perizinan investasi.

Rencana investasi pabrikan yang didirikan Elon Musk di Indonesia itu, kata Airlangga, diungkapkan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Pernyataan itu juga kembali diulangi Ross ketika bertemu dengannya di kantor Kemenko Perekonomian.

“Pada prinsipnya, pemerintah akan memfasilitasi. Termasuk mempermudah (investasi) karena ada permintaan juga mengenai batasan-batasan mengenai permodalan dan kemitraan (mitra lokal). Nah, ini semua dijanjikan (proses pembenahan) akan selesai dalam waktu tiga bulan,” papar mantan Menteri Perindustrian itu dalam memberi keterangan pers di kantorya, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross saat bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai diterima Presiden Joko Widodo di Istana presiden, Jakarta – dok.Reuters

Produksi baterai
Pada kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B.Panjaitan menyatakan dia telah bertemu dengan perwakilan Tesla yang ikut dalam rombongan Wilbur Ross. Pada kesempatan itu, Luhut meminta agar Tesla berinvestasi di Indonesia, khususnya untuk produksi baterai mobil listrik.

Pabrikan yang didirikan oleh empat sekawan – Elon Musk, Martin Eberhard, Marc Tarpenning, JB Straubel, dan Ian Wright – pada Juli 2003 itu, memang dikenal ahli dalam memproduksi baterai mobil listrik, selain kendaraan bersumber tenaga dari setrum. Luhut mengungkapkan Tesla hadir bersama perwakilan dari produsen mobil listrik besar antara lain Volkswagen, Mercedes dan BMW terkait investasi baterai lithium di Indonesia.

“Sekarang ini, industri dunia sudah terintegrasi. Sehingga tidak perlu mengkotak-kotakkan asal negara mereka, apakah dari Amerika (Seikat) atau Cina, dan lainnya,” kata dia dalam pernyataan resmi, Rabu (6/11/2019).

Ilustrasi, Tesla Model 3, saah satu produk mobil listrik Tesla Inc yang paling laris – dok.Istimewa

Saat ini, lanjut Luhut, Tesla juga membeli bahan baku dari Cina untuk pembuatan baterai listrik yang mereka kerjakan di Amerika Serikat. “Padahal, bahan baku pembuatan baterai yang sudah diolah di Cina itu berasal dari Indonesia. Jadi saya bilang sama Tesla, lha kenapa kalian tidak sama-sama investasi di kita (Indonesia). Presiden (Joko Widodo) pun meminta untuk integrated industry (industri terintegrasi),” terang Luhut. (Fan/Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This