Penjualan Aston Martin Ambles 16%

Penjualan Aston Martin Ambles 16%
Ilustrasi, mobil mewah Aston Martin New Vantage yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu- dok.Motoris

Geydon, Motoris – Aston Martin membukukan penurunan laba operasi selama kuartal ketiga – atau dari Juli hingga September – akibat penjualan produknya yang ambles di sejumlah wilayah. Bahkan, penjualan ritel sepanjang tahun ini diperkirakan menciut di bading tahun lalu.

Seperti dilaporkan Reuters dan Euronews, Kamis (7/11/2019), Aston Martin menyebut penjualan ritel sepanjang kuartal ketiga itu hanya 1.497 unit atau ambles 16% di banding triwulan ketiga tahun lalu. Pada saat yang sama penjualan di Eropa,Timur Tengah, dan Afrika melorot 17%.

Begitu pula dengan penjualan di wilayah Asia, terutama di Cina. Mobil andalan yang selama ini menjadi ujung tombak penjualan di wilayah itu – Aston Martin Vantage – penjualannya melempem.

Tampilan belakang Aston Martin New Vantage – dok.Motoris

Efek perang dagang dan perekonomian regional menjadi salah satu alasan mengapa penjualan produsen yang terkenal sebagai pembuat “mobil James Bond” itu. Bahkan, beberapa negara Eropa disebut tengah berada di ambang resesi.

“Padahal, Vantage merupakan model yang sangat penting bagi kami,” kata Chief Executive perusahaan, Andy Palmer.

Meski begitu, pabrikan ini  bermkas di Geydon, Inggris, ini tak mengubah target keuntungan. Perolehan laba bersih masih dipatok 203 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,65 triliun. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This