Buka 11 Diler Baru Saat Ekonomi Lesu, DFSK Optimis Tetap Melaju

Buka 11 Diler Baru Saat Ekonomi Lesu, DFSK Optimis Tetap Melaju
Diler Pondok, salah satu dari 11 diler baru DFSK yang diresmikan 11 November 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT. Sokonindo Automobile (SA) meresmikan operasional 11 diler baru yang dididirikan oleh PT Auto Indo Utama (AIU), meski saat ini kondisi perekonomian Indonesia lesu. Bahkan 11 diler anyar ini tak hanya berada di Jawa, tetapi juga berada di Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

“Kami senantiasa berorinentasi pada kualitas, termasuk dalam hal kualitas baik itu produk, layanan proses penjualan dan purna jual. Termasuk dalam hal pembukaan diler baru kali ini (11 diler baru). Itu sudah direncanakan beberapa bulan lalu, dan sesuai dengan target yang kami tetapkan di awal tahun lalu. Semuanya, bertujuan bagaimana kami memberi sesuatu dengan kualitas terbaik,” papar Managing Director PT. Sokonindo Automobile, Frans Wang, saat ditemui beberapa saat sebelum grand opening 11 diler baru, di DFSK Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Menurut Frans, dalam kondisi apapun – termasuk ekonomi Indonesia yang melambat – komitmen layanan DFSK tidak akan mengendur. Justeru sebaliknya, di saat kondisi sulit, DFSK justeru ingin membuktikan konsistensinya baik dalam memberikan produk dan layanan dengan kualitas terbaik.

Ilustrasi, diler DFSK – dok.Motoris

Pernyataan senada diungkapkan Presiden Direktut AIU, Andee Y. Yoestong. Terlebih, lanjut Andee, pihaknya meyakini produk yang disajikan DFSK memiliki keunggulan tersendiri.

“Saya percaya DFSK mungkin termasuk salah satu yang cukup advance di otomotif. Terutama, mungkin nantinya di sektor EV (Electric Vehicle). DFSK juga memberikan jaminan hingga tujuh tahun. Spare parts DFSK juga dijamin orisinal, sehingga memberi rasa nyaman dan aman kepada konsumen. Mobil DFSK itu harganya murah, tetapi kualitasnya atas,” papar Andee saat ditemui usai konferensi pers pembukaan 11 diler.

Lebih dari itu, kata dia, DFSK merupakan pabrikan yang memiliki keunggulan dalam produk Sport Uility Vehicle (SUV). Sementara, pasar varian SUV – seperti halnya tren yang tengah terjadi di Indonesia– seperti halnya tren yang tengah terjadi di dunia – juga terus berkembang.

Suku cadang asli di diler DFSK sebagai wujud komitmen kualitas layanan terhadap pelanggan – dok.Motoris

“Dan yang keyiga, meskipun kondisi ekonomi menurun, tetapi kebutuhan sarana transportasi (mobil) masih akan terus terjadi. Masyarakat masih membutuhkan kendaraan. Apalagi, kendaraan komersial. DFSK kan selain SUV juga memasarkan pikap (Super Cab). Itu yang membuat kami optimis,” terang Andee.

Target 90 diler
Adapun 11 diler baru yang dididirikan PT AIU, selain di Pondok Indah, juga berada di Pluit dan MT Haryono. Sedangkan yang di luar Jakarta ada di Tangerang, Makassar, Sidoarjo, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo, dan Kupang. “Jadi, dari 11 diler baru ini lima berada di Sulawesi. Kami fokus di Sulawesi karena saya kelahiran Makassar, istri saya dari Manado, jadi saya tahu bagaimana karakter pasar di sana,” terang Andee.

Semua diler PT AIU ini merupakan bagian dari 90 diler yang ditargetkan sudah beroperasi hingga akhir tahun ini oleh PT Sokonindo Automobile. Frans Wang menyebut, sampai saat ini sudah ada 75 diler yang beroperasi, 15 diler lainnya masih dalam proses konstruksi.

Prosesi pembukaan secara resmi 11 diler baru DFSK di Jakarta, 11 November 2019 – dok.Motoris

Dia memastikan, proses pengembangan jaringan diler akan terus berjalan dan tidak terkendala oleh kondisi ekonomi yang ada. “Masih terus kami jalankan,” ucap dia.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) yang dilansir Oktober lalu menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya 5,0% atau meleset dari target yang ditetapkan dalam APBN yang sebesar 5,2 – 5,3%. Bahkan di tahun 2020, ekonomi diperkirakan masih berada di kisaran 5-5,1%.

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan triwulanan menyebut ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02% (year on year) pada kuartal ketiga lalu atau selama Juli – September lalu. Laju ekonomi ini melambat dibanding pencapaian kuartal sebelumnya (April – Juni) yang sebesar 5,05%. Bahkan pertumbuhan kuartal ketiga ini menjadi laju terlemah sejak kuartal dua tahun 2017. (Fan/Ara)

Glory 560 salah satu varian SUV DFSK yang menyasar segmen Low SUV di Indonesia – dok.Motoris

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS