Target Penjualan DFSK Meleset, Ini Alasannya

Target Penjualan DFSK Meleset, Ini Alasannya
DFSK 580 dengan sentuhan modifikasi- dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari hingga September lalu penjualan mobil DSFK di Indonesia tercatat masih belum mencapai target yang ditetapkan. Pilihan prioritas strategi untuk memperkuat penetrasi pasar menjadi alasannya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang sembilan bulan pertama itu, penjualan mobil DFSK dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat sebanyak 2.638 unit. Sedangkan penjualan ke konsumen (ritel) 2.087 unit.

Padahal, seperti ditegaskan Sales & Marketing Director PT Sokonindo Automobile, Alex Pan, saat peluncuran Glory 560, Maret lalu, tahun ini target penjualan DFSK dipatok 12.000 unit. Jumlah ini, meroket hingga 1.000% dibanding pencapaian penjualan tahun 2018 lalu yang sebanyak 1.200 unit.

Suku cadang asli di diler DFSK sebagai wujud komitmen kualitas layanan terhadap pelanggan – dok.Motoris

“Kami tidak memikirkan peringkat (posisi berapa dalam daftar penjualan mobil terlaris). Tetapi itu target kami. Karena kami punya rencana sendiri, tahun ini apa yang kami lakukan dan tahun berikurnya mencapai apa,” tutur Alex Pan di Jakarta, 29 Maret lalu.

Nyatanya, setelah pernyataan itu disampaikan, penjualan DFSK masih jauh dari yang ditargetkan. Soal ini, Managing Director of Sales Center Sokonindo Automobile, Frans Wang mengatakan, sebagai pendatang baru di industri otomotif Indonesia, Sokonindo harus membuat keputusan dari berbagai persoalan yang harus dijawab.

Lantaran itulah, kata dia, pihaknya membuat skala prioritas dengan mengedepankan kepentingan dan kepuasan konsumen. “Karena dalam setiap keputusan, kami selalu memilih (kepentingan dan kepuasan) konsumen sebagai nomor satu (prioritas utama),” kata dia di sela pembukaan 11 diler baru, di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Diler Pondok, salah satu dari 11 diler baru DFSK yang diresmikan 11 November 2019 – dok.Motoris

Sokonindo, lanjut Frans, lebih memprioritaskan pengembangan jaringan diler. Sebab, keberadaan diler merupakan fondasi dari strategi pemasaran dan penjualan. “Hingga saat ini sudah ada 75 diler yang beroperasi, dan 15 lainnya tengah dalam proses konstruksi,” ucap dia.

Peluncuran ditunda
Menyinggung keberadaan varian Glory i-Auto yang sudah diperkenalkan di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Juli lalu, Frans Wang mengatakan pihaknya hingga saat ini masih menunda peluncurannya. Kemungkinan, kata dia peluncuran dilakukan pada kuartal pertama 2020 nanti.

“Varian ini sudah kami perkenalkan Juli lalu (di GIIAS 2019) dan terus meminta masukan dari masyarakat. Karena itulah kami akan menunda sampai kuartal pertama 2020,” tutur Franz.

DFSK Glory i-Auto di GIIAS 2019 – dok.Motoris

DFSK Glory 580 – dok.Motoris

Masukan yang dimintakan dari masyarakat Indonesia terkait dengan fitur yang disajikan. Seperti diketahui, varian ini memiliki fitur i-Talk, yakni teknologi perintah suara atau voice command dalam bahasa Inggris. Teknologi ini dapat mengontrol berbagai fungsi elektronik seperti fungsi mobil, multimedia, menjawab panggilan, navigasi suara dan Bluetooth.

“Kami juga masih mempelajari harganya,” imbuh Frans. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This