Ekspor Mobil CBU Melejit 31,52% di Terminal IPCC

Ekspor Mobil CBU Melejit 31,52% di Terminal IPCC
Ilustrasi, ekspor Mitsubishi Xpander - dok.Kompas.com

Jakarta, Motoris – Kinerja ekspor kendaraan nasional yang menunjukkan peningkatan berdampak positif pada pertumbuhan aktivitas bongkar muat kendaraan di PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).

Sofyan Gumelar, Sekretaris Perusahaan IPCC, menyebutkan jumlah kendaraan CBU (completely built up) yang ditangani oleh IPCC pada Oktober 2019 sebanyak 42.431 unit kendaraan. Rinciannya, ekspor kendaraan CBU sebanyak 34.468 unit dan 7.963 unit adalah kendaraan CBU impor.

“Angka 42.431 unit di bulan lalu tersebut lebih tinggi 6,40% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 39.880 unit,” ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (13/11/109).

Dari sisi ekspor mobil CBU pada Oktober 2019, kendaraan yang ditangani IPCC tercatat tumbuh sebanyak 34.468 unit, tumbuh sebesar 31,52% dari periode yang sama di tahun lalu sebesar 26.207 unit.

“Jika dihitung berdasarkan akumulasi dalam tahun berjalan di Januari-Oktober 2019, maka jumlah kendaraan CBU yang telah ditangani oleh IPCC ialah sebanyak 336.737 unit atau meningkat 18,85% dibandingkan akumulasi periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 283.324 unit,” Sofyan menjabarkan.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander, salah satu Low MPV yang diekspor Indonesia – dok.Motoris

Dari jumlah tersebut, sebanyak 75%-80% berasal dari unit kendaraan CBU ekspor dan sisanya berasal dari impor. Pada aktivitas ekspor, jumlah unit kendaraan yang melalui IPCC ialah berjumlah 270.189 unit CBU atau mengalami peningkatan 28,40% dibandingkan periode yang sama di tahun yang sebelumnya sebanyak 210.430 unit.

Sedangkan untuk kegiatan impor, IPCC pada periode yang sama juga menangani impor CBU sebanyak 66.548 unit atau lebih rendah 8,71% dari 72.897 unit.

Sofyan mengatakan perseroan terus membangun hubungan jangka panjang yang baik dengan mitra kerja dan secara konsisten guna meningkatnya aktivitas bongkar muat dan jumlah unit kendaraan yang ditangani oleh perseroan.

“Diharapkan kondisi ini dapat konsisten berlanjut ke depannya,” imbuh Sofyan.

Ilustrasi, Toyota Innova yang diekspor TMMIN-dok.TMMIN

Adapun, kinerja keuangan IPCC pada kuartal III 2019 mencatatkan penurunan pendapatan 6,32% menjadi Rp 359,51 miliar dari Rp 383,8 miliar di kuartal III 2018. Pada periode itu, laba tahun berjalan IPCC senilai Rp 111,32 miliar, atau menyusut sebesar 24,08% dari Rp 146,63 miliar. Harga saham IPCC pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini stagnan di level Rp 730.

Kontribusi Ekspor Toyota
Perihal ekspor mobil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis kinerja ekspor di tahun ini akan tumbuh. Sebelumnya, Gaikindo menyebutkan ekspor kendaraan CBU per September 2019 membukukan pertumbuhan sebesar 20% secara tahunan. Gaikindo memproyeksikan penjualan ekspor mobil mencapai 300-an ribu unit. Mengutip data Gaikindo, total ekspor kendaran utuh di tahun 2018 sebanyak 264.553 unit.

Para produsen mobil masih percaya diri untuk meningkatkan ekspor mobil. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), misalnya, mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar 3% pada Januari-September 2019, atau menjadi 158.700 unit dibanding Januari-September 2018 sebanyak 154.6000 unit.

Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, di sembilan pertama tahun 2019 ini, ekspor Toyota masih berada pada jalur positif.

“Alhamdulillah masih naik, trennya masih bagus meskipun tantangan juga tidak kecil. Kan, prediksi perekonomian global tahun ini (seperti diperkirakan Bank Dunia dan IMF masih melemah) hanya growth (tumbuh) 3%. Nah, di kita (Indonesia, hanya 5% atau meleset dari target yang dipatok di APBN sebesar 5,3%). Jadi, tantangannya bagaimana bisnis kita masih stay tahun ini,” ungkap Warih saat ditemui usai penyerahan penghargaan Primaniyarta dari Pemerintah Ri kepada TMMIN, di ICE, Serpong, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Ilustrasi, Presiden Joko Widodo saat menyaksikan ekspor Toyota Fortuner didampingin Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono – dok.TMMIN

Guna menjaga kinerja ekspor, TMMIN melakukan inovasi dengan cara menyuguhkan mobil konversi untuk berbagai keperluan. Produk konversi adalah mobil konvensional yang diubah atau dikonversi menjadi mobil untuk keperluan khusus. Dalam hal ini, TMMIN mengubah SUV Toyota Fortuner menjadi mobil patroli polisi.

“Sekarang kita tawarkan prototipenya untuk negara-negara di Midle East (Timur Tengah). Dan mobil operasional keliling bank, untuk layanan petty cash ke Vietnam. Jadi produknya (konvensional) diubah sesuai berbagai fungsi (dan kebutuhan),” kata Warih. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This