Penjualan Menciut 6%, Pangsa Pasar Toyota Masih Naik

Penjualan Menciut 6%, Pangsa Pasar Toyota Masih Naik
Ilustrasi, peluncuran versi anyar atau versi penyegaran LCGC Toyota Calya - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari – Oktober lalu penjualan mobil-mobil Toyota ke diler (wholesales) yang dibukukan PT Toyota Astra Motor (TAM) 275.374 unit atau menciut sekitar 6,2% dibanding periode yang sama tahun 2018. Penurunan ini tidak sebesar yang terjadi pada pasar mobil secara keseluruhan yang besarnya mencapai hampir 12%.

Seperti terungkap dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang rentang waktu sepuluh bulan itu total penjualan kendaraan roda empat atau lebih mencapai 849.069 unit. Jumlah ini ambrol 11,76% dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu.

“Tren turunnya penjualan dialami hampir semua merek yang ada (di Indonesia). Tetapi, kami bersyukur, penurunan yang dialami Toyota lebih kecil dari (turunnya) market yang sekitar 11,8%. Ini terjadi karena (strategi) penyegaran dan peluncuran produk baru yang dilakukan (TAM) sepanjang tahun ini,” tutur Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, di sela acara yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Ilustrasi, Toyota Rush – dok.Motoris

Bahkan, dengan strategi penyegaran dan peluncuran produk anyar tersebut, pangsa pasar yang digenggam Toyota di periode tersebut masih membesar. Sampai dengan Oktober, lanjut Anton, besaran pangsa pasar yang direbut Toyota masih sebesar 32,4%, atau naik dibanding rentang waktu sama di tahun lalu yang sebesar 30,6%.

“Tentu harapan kami, kalau bisa sampai dengan akhir Desember, market share (pangsa pasar) Toyota masih (sebesar) 32%,” ucap Anton.

Salah satu varian yang memberikan kontribusi pertumbuhan penjualan Toyota sepanjang sepuluh bulan pertama tahun ini adalah Sport Utility Vehicle (SUV). Di segmen ini, Low SUV Toyota Rush menjadi kontributor pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan, dengan total wholesales sebanyak 42.500-an unit, dan penjualan ritel atau ke konsumen sebanyak 46.600-an unit.

Kijang Innova, salah SUV Toyota yang penjualannya masih tetap stabil – dok.Motoris

“Penjualan SUV terus tumbuh terutama setelah model (versi baru kami luncurkan. (Toyota) Rush misalnya, tahun lalu (2018) penjualannya masih sekitar penjualan sekitar 2.000 unit per bulan, tetapi tahun ini naik menjadi 5.000 unit per bulan. Begitu juga (Toyota Kijang) Innova,  Januari sampai Oktober tahun ini wholesales sekitar 43.400-an (unit) dan ritel sekitar 43.600-an (unit),” papar Anton. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This