Upah di Karawang Tertinggi di Indonesia, Begini Sikap Toyota

Upah di Karawang Tertinggi di Indonesia, Begini Sikap Toyota
Ilustrasi proses produksi mobil Toyota di Indonesia - dok.Motors.mega.au

Jakarta, Motoris – Kalangan pelaku usaha merespon kebijakan pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja yang mengerek Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,5%, dan mendorong kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Karawang yang merupakan salah satu sentra kawasan industri naik tertinggi. Salah satu yang perusahaan yang pabriknya berlokasi di Karawang adalah Toyota.

Seperti diungkapkan Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, kenaikan upah tentu berdampak kepada ongkos produksi dari produk yang dihasilkan Toyota.

“Sudah pastilah (berpengaruh ke ongkos produksi). (Apalagi) dalam lima tahun terakhir upah sudah naik 100%. Tentunya, mempengaruhi kenaikan biaya, (dan itu) tidak hanya (biaya di pabrik) pabrik, tetapi juga di hampir semua sektor,” papar dia saat dihubungi Motoris, Kamis (28/11/2019).

Namun, kata Bob, sejauh ini kenaikan upah pekerja itu tak serta merta direspn dengan cara mengerek harga jual produk atau kendaraan yang dihasilkan. Toyota – dan bahkan kemungkinan industri lainnya – memilih meng-absorbsi atau menyerap besaran kenaikan upah itu, dengan melakukan efisiensi.

Ilustrasi, proses Scanning Toyota Fortuner sebelum diekspor – dok.TMMIN

Tetapi, jika kenaikan upah yang terjadi besarannya terlalu tinggi, sebut Bob, justeru akan memacu industri melakukan percepatan otomatisasi yakni penggantian tenaga kerja manusia dengan robot atau mesin. Alhasil, penyerapan tenaga krja pun akan berkurang, dan masyarakat maupun negara pun menanggung dampaknya.

“Saya bukan bicara TMMIN (saja) tetapi ini sudah menjadi fenomena umum di industri. Otomatisasi mesti terjadi, tetapi sebaiknya dalam kondisi pasar yang sedang berkembang, bukan dalam pasar sedang tertekan. (Sebab jika tertekan karena upah yang tinggi), akibatnya nanti (ada) kontraksi (pengurangan) dalam penyerapan tenaga kerja,” ungkap Bob.

Banyak pindah lokasi
Sebelumnya, saat ditemui di sela Electric Vehicle Indonesia Forum & Exhibition di The Tribata Exhibition, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, banyak pelaku usaha yang memilih memindahkan lokasi pabriknya dari Karawang dan daerah ber-UMK tinggi ke daerah lain yang UMK-nya masih rendah.

“Apalagi, dalam kondisi seperti sekarang akibat kondisi global yang berimbas ke kita. Makanya, untuk bertahan, banyak teman-teman yang merelokasi pabriknya ke daerah lain. Ke Jawa Tengah misalnyatau bahkan tidak tertutup kemungkinan efisiensi karyawan (PHK),” ujar dia.

Ilustrasi, prototipe Toyota Fortuner untuk mobil patroli polisi yang diproduksi TMMINdan ditawarkan ke negara-negara di kawasan Timur Tengah – dok.Motoris

Rosan menyarankan kepada pemerintah agar formulasi penghitungan kenaikan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 dapat dipertimbangkan kembali. Selain itu, besaran kenaikan tidak dipukul rata bahwa setiap provinsi harus sebesar 8,51%.

Seperti diketahui, Menteri Tenaga Kerja melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 telah mengerek UMP tahun 2020 sebesar 8,51%.Surat ini diteken 15 Oktober lalu.

Dengan dasar ketentuan itu pula, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, melalui Surat Edaran Gubernur Jabar No 561/75/Yanbangsos juga menetapkan UMK di Jabar Tahun 2020. Hasilnya, Kabupaten Karawang memiliki UMK tertinggi di Jabar dengan besaran Rp4.594.324,54. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This