Pekan Depan, Uang Panjer Kredit Mobil dan Motor Semakin Murah

Pekan Depan, Uang Panjer Kredit Mobil dan Motor Semakin Murah
Ilustrasi, Wuling Almaz varan 7 penumpang - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Bank Indonesia (BI) telah menetapkan kebijakan pelonggaran kredit kendaraan bermotor yang mulai berlaku 2 Desember pekan depan, dengan menurunkan uang panjer alias uang muka (DP) kredit motor dan mobil sebesar 5-10%, sehingga DP mobil turun dari 25% menjadi 15%.

Kebijakan itu disambut positif industri mobil karena diyakini bisa menjadi pendorong pertumbuhan penjualan naik 5% pada 2020 nanti.

“Tentunya, pelonggaran ini (uang muka kredit) ini memberikan stimulus ke pasar kendaraan bermotor. Kenapa? Karena selama ini, sekitar 70% pembelian mobil menggunakan skema kredit,” tutur Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dia mengaku optimis penjualan kendaraan bermotor roda empat juga bakal tumbuh sekitar 5% dibanding tahun ini. Optimisme ini, kata Jongkie juga didasari optimisme pemerintah yang mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%.

Baca juga: Tutup Tahun, Kredit Avanza DP Rp 10 Juta Bunga 3,7%

Xpander Cross yang memadukan karakter MPV dengan SUV diklaim sebagai jawaban atas keinginan dan kenutuhan masyarakat konsumen diluncurkan oleh Mitsubishi Motors Indonesia- dok.Motoris

“Harapannya ekonomi membaik lah. Kan tahun ini penjualan (mobil) turun karena ada pemilu. Kedua, harga komoditas yang belum membaik,” ujar dia.

Gaikindo telah memangkas target penjualan mobil dari 1,1 juta unit yang dipatok sebelumnya menjadi 1 juta unit setelah penjualan melambat. Data asosiasi itu menunjukan, dalam rentang waktu Januari – Oktober total penjualan mobil di Tanah Air sebanyak 849.609 unit atau ambles hampir 12% dibanding periode sama 2018.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters, lembaga riset Fitch Solution – sebuah lembaga yang berafiliasi ke lembaga pemeringkat Fitch Ratings – memperkirakan penjualan mobil di Indonesia pada 2019 ini susut 7% dibanding tahun lalu. Sedangkan 2020, diprkirakan naik, namun hanya 3,4%.

Baca juga: Pemanfaatan DP 0% di Sektor Otomotif Masih Minim

Ilustrasi, SUV Hyundai yakni Hyndai Santa Fe di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Pada 19 September lalu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan Loan to Value (LTV) atau uang muka kredit kendaraan bermotor roda dua dan empat diturunkan 5 – 10%. “Tetapi, aturan ini hanya berlaku untuk bank dengan kriteria khusus, yaitu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL)-nya di bawah 5%,” kata dia usai Rapat Dewan Gubernur. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This