BMW Gandeng Pabrikan Otomotif Cina Bangun Pabrik Rp10 Triliun

BMW Gandeng Pabrikan Otomotif Cina Bangun Pabrik Rp10 Triliun
Ilustrasi, Interior BMW Seri3 - dok.Carscoops

Munich, Motoris – Pabrikan mobil asal Jerman, Bayerische Motoren Werke atau lebih beken disebut BMW bakal membangun pabrik mobil listrik senilai 650 juta euro atau lebih dari Rp10 triliun di wilayah Zhangjiagang, Cina. Pembangunan pabrik tersebut tidak akan dilakukan seorang diri, BMW bakal menggandeng produsen mobil lokal Cina, Great Wall Motor (GWM).

Pabrik tersebut nantinya dapat memproduksi mobil sebanyak 160 ribu unit per tahun. Adapun jenis mobil yang akan dihasilkan adalah mobil listrik dengan merek MINI dan varian lain yang dimiliki oleh GWM.

Melansir Reuters, proses pembangunannya sendiri diharapkan rampung pada tahun 2022. Hingga saat ini perusahaan sudah memegang izin pembangunan pabrik dari otoritas terkait. Bertindak sebagai operator pabrik adalah perusahaan patungan antara perusahaan dengan GWM, Spotlight Automotive.

Baca juga: Suspensi Bermasalah, Mercedes Tarik Ratusan Ribu E-Class di Cina

Ilustrasi, kantor BMW – dok.The Drive

Pembangunan pabrik anyar ini juga merupakan salah satu upaya produsen mobil setempat untuk mengurangi tingkat polusi di Cina. Pemerintah Cina sendiri sudah menetapkan aturan yang menyebutkan bahwa penjualan kendaraan listrik hibrida diharapkan bisa mencapai 1/5 dari total penjualan mobil di tahun 2025.

Spesialisasi di SUV
Mitra BMW, GWM sendiri merupakan salah satu produsen mobil yang terkenal dengan jenis sport utility vehicle (SUV)-nya dan juga truk pick up. Sebelumnya GWM juga sudah memiliki varian mobil listrik yang diberi merek Ora.

Sebagai catatan, minat BMW untuk melakukan penetrasi pasar di Cina terlihat sangat tinggi, padahal belum lama ini perusahaan dikabarkan telah menarik 7.800 mobil buatannya di Cina sejak 29 Oktober lalu.

Adanya masalah dalam sistem resirkulasi gas (EGR) dan juga sistem pompa bahan bakar menjadi alasan utama perusahaan melakukan penarikan ribuan unitnya.

Badan Regulator Pemasaran Cina dalam laporan penyelidikan mengatakan, kerusakan pada sistem EGR dan fuel pump berpotensi menimbulkan kebakaran pada mobil. Sementara, dari 7.800 mobil yang ditarik 939 unit diantaranya adalah BMW X5 bermesin diesel.

Baca juga: Indonesia Duluan Punya Mobil Desa, Cina Baru Wacana

BMW X5 versi terbaru – dok.Motoris

“Model yang ditarik itu merupakan unit yang diproduksi 19 Juli 2013 dan 5 Juni 2015,” bunyi pernyataan Badan tersebut.

Selain itu, BMW juga akan menarik 6.912 unit MINI Cooper yang diimpor. Unit yang ditarik tersebut merupakan model yang diproduksi 6 Januari 2017 hingga 21 Juni 2018.

“Proses penarikan dimulai dari 15 Oktober. BMW China Automotive Trading Ltd akan melakukan pemeriksaan dan penggantian part yang bermasalah secara gratis,” bunyi keterangan Badan tersebut. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This