Bos Hyundai Masih Keluhkan 10 Mitos Mobil Listrik Ini

Bos Hyundai Masih Keluhkan 10 Mitos Mobil Listrik Ini
Ilustrasi, mobil listrik - dok.InsideEVs.

Seoul, Motoris – Hyundai Motor Company (HMP) telah menunjukkan komitmennya membangun pabrik otomotif di Indonesia. Pabrik yang bakal dibangun di kawasan Deltamas, Cikarang Pusat, Jawa Barat itu merupakan pabrik perusahaan yang pertama di kawasan ASEAN, kata Executive Chairman Hyundai Motor Group Chung Eui-sun, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (29/11/2019).

Sebelumnya, Hyundai juga telah menyatakan komitmennya berinvestasi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun, salah satunya untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia.

Namun, bos Hyundai tersebut mengaku prihatin karena ada 10 mitos tentang mobil listrik yang dinilainya merugikan pabrikan otomotif. Seperti dilansir The Sun, berikut penjelasan Eui-sun atas mitos tersebut:

1. Kehabisan Daya
Kecemasan yang meliputi pengendara pada umumnya soal kecemasan soal kehabisan daya listrik. Jangan panik. Tipe kendaraan listrik (EV) bisa menempuh jarak 100 hingga 200 mil dengan sekali pengisian.

Bahkan, bisa melahap jarak lebih jauh pada beberapa model lainnya dengan rentang lebih dari 300 mil. KONA electric dari Hyundai pada umumnya mampu menempuh jarak sepanjang 279 mil dengan sekali cas.

Baca juga: Jokowi ke Korsel, Hyundai Teken Investasi Mobil Listrik

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik – dok.Motoris

2. Kelangkaan SPLU
Kekhawatiran masyarakat sulit menemukan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk men-charge daya kembali ini menjadi pertanyaan. Eui-sun menyebut negara-negara tertentu sudah memiliki infrastruktur yang memadai dalam urusan SPLU.

Sebut saja di Inggris, yang sudah memiliki 14.500 titik SPLU di lebih dari 9.000 lokasi dan jaringan ini berkembang pesat.

Di Indonesia sendiri, PT PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) telah menyiapkan beberapa fasilitas pengisian kendaraan listrik di Jakarta.

Senior Manager General Affairs PLN UID Jakarta Raya Tris Yanuarsyah mengatakan, sampai saat ini fasitas pengisian kendaraan listrik berupa SPLU sudah mencapai 1.922 unit.

Baca juga: Lima Alasan Publik Masih Takut Pakai Mobil Listrik

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik di Cina – dok.Caixingglobal.com

3. Harga Lebih Mahal
Pikiran ini seharusnya segera dibuang jauh-jauh. Dengan semakin banyak pilihan yang terjangkau dan pilihan yang kompetitif, dan sedikit komponen mesin yang membutuhkan penggantian. Mobil listrik faktanya jauh lebih terjangkau soal harga dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvensional karena biaya perawatannya lebih murah.

4. Masalah Kecepatan
Kekhawatiran mobil listrik yang tidak bisa melaju dengan cepat itu tidak benar. Torsi instan itu berarti mobil listrik dapat berakselerasi dengan cepat dan tidak kalah cepat daripada kendaraan bensin atau diesel. Misalnya Hyundai KONA Electric dapat berakselerasi dari 0-62mph hanya dalam waktu 7,9 detik.

5. Pencucian Mobil
Banyak yang berpikir kalau mobil listrik ini tidak bisa dibawa ke tempat pencucian mobil, atau digunakan saat situasi jalan hujan deras diselingi petir. Tentu saja, semua itu sudah dijelaskan panjang lebar bahwa air hujan tidak akan masuk ke mesin.

Demikian halnya ketika datang ke tempat cucian mobil, kendaraan listrik tetap aman dan tidak ada risiko tambahan terutama saat mengendari dalam badai petir.

Baca juga: Begini Cara Jerman Pacu Populasi Mobil Listrik

Ilustrasi mencuci mobil – reviewonline.co.za

6. Pilihan Terbatas
Tak banyak pilihan dari segi model pada mobil listrik sama sekali mitos. Pasar mobil listrik sedang berkembang pesat di dunia. Faktanya, Hyundai saja saat ini memiliki armada mobil listrik terbesar di dunia termasuk yang diluncurkan terakhir ini dengan mobil listrik, hybrid dan hidrogen.

7. Limbah Baterai
Keberadaan baterai pada mobil listrik ini dikhawatirkan akan menambah penimbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Baterai mobil listrik bisa didaur ulang sama seperti accu atau aki di mobil bensin atau diesel.

Sel-sel daya mobil listrik dapat digunakan untuk menyimpan energi matahari dan angin, atau dapat dipecah dengan unsur-unsurnya yang masih bisa dimanfaatkan.

8. Ragu dengan Keamanan
Pengujian kendaraan listrik sangat ketat, dan tidak jauh berbeda dengan kendaraan konvensional lainnya. Standar keselamatan menjadi hal yang utama sebelum suatu produk diluncurkan dan dijual secara komersil.

Baca juga: Toyota Kongsi dengan BYD Bikin R&D Mobil Listrik

Ilustrasi baterai motor listrik di mobil – dok.Stanford University

9. Mesin Ringkih
Jangan mengira kalau mesin yang disematkan pada mobil listrik ini ringkih sehingga rentan mogok. Tidak ada alasan, mayoritas pemasok mobil listrik menyediakan pelayanan untuk semua kendaraan listrik.

10. Boros Setrum
Jangan mengira kalau mobil listrik itu boros menyedot setrum. Para pengguna menurut Eui-sun tidak akan kecewa dengan beralih ke mobil ramah lingkungan ini. Alasannya begitu menempel pada pedal gas, transisi dari stasioner bisa langsung narik ke kecepatan yang diinginkan dalam waktu singkat. (gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This