Penjualan Turun 5 – 6%, Toyota Optimis Rebut Pasar Terbesar

Penjualan Turun 5 – 6%, Toyota Optimis Rebut Pasar Terbesar
Ilustrasi, Toyota Rush - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) memprediksi penjualannya sepanjang tahun 2019 ini bakal susut 5-6% dibanding tahun 2018 lalu, karena pasar secara keseluruhan memang ambles sekitar 11%. Kendati begitu, agen pemegang merek Toyota di Indonesia ini masih meyakini menjadi pemegang pangsa pasar terbesar.

“Saya rasa ini karena faktor market secara keseluruhan yang turun ya. Sampai Oktober kemarin kan market turunnya sekitar 11%. Dan kalau saya lihat November masih sama (di tren penurunan), sehingga diperkirakan penjualan (Toyota) turun 5 – 6%. Tetapi pangsa pasarnya, seperti terlihat di (data) Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), masih di 32%-an. Ini masih bagus, di tengah kondisi seperti sekarang, market urun dan kompetisinya juga ketat,” papar Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, saat ditemui Motoris di sela acara Year End Media Gathering Toyota, di Jakarta, Kamis (12/12/2019) malam.

Hingga Oktober lalu, penjualan mobil Toyota dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat sebanyak 276.657 unit. Jumlah ini menciut sekitar 6,2% dibanding periode sama tahun lalu dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 32,4%.

Toyota All New Kijang Innova – dok.Motoris

Market share kita tahun (2018) lalu kira-kira 30,6%. Tahun ini sampai Oktober meningkat 32,4%. Jadi kami prediksi sampai Desember kira-kira berada di angka 32%.Masih terbesar,” ujar Anton.

Masih mencorongnya penjualan Toyota, lanjut Anton, tak lepas dari moncernya beberapa model Toyota seperti Avanza, Rush, dan Innova. Rush yang versi anyarnya – All New Rush – diluncurkan pada tahun 2018 lalu, ternyata mampu memantik inat konsumen.

Penjualan Low SUV Toyota ini diklaim mencapai rata-rata 5.000 unit saban bulan. Sementara di tahun 2017, rata-rata per bulannya hanya terjual 2.000 unit. “Begitu uga dengan Toyota (Kijang) Innova yang stabil hingga saat ini. Di (Januari) sampai Oktober penjualannya sekitar 43.000 –an unit lebih dengan pangsa pasar 97%,” terang Anton.

Ilutrasi, Toyota New Calya, versi penyegaran dari LCGC Toyota Calya yang diluncurkan PT Toyota Astra Motor diyakini bakal memantik minat konsumen – dok.Motoris

Avanza sudah terjual 1,8 juta lebih
Kontributor lainnya – dan menjadi kontributor utama – dalam penjualan adalah, Toyota Avanza. Bahkan fenomenal. Pasalnya, meski di rentang waktu Januari – Oktober lalu pasar Low MPV di Tanah Air ambles 25% dibanding tahun lalu, yakni hanya 197.922 unit, namun Toyota Avanza masih teratas.

Data yang dikompilasi Gaikindo menunjukan, wholesales Avanza di rentang januari – Agustus lalu sebanyak 55.500 unit dan menjadi yang terbanyak. Berada di tempat kedua, Mitsubishi Xpander, yang sebanyak 55.500 unit.

Ilustrasi, Festival Avanza-Veloz Sebangsa – dok.TAM

Pada dua bulan berikutnya, Avanza juga masih menempati posisi teratas. Pada September, Low MPV Toyota ini membukukan penjualan sebanyak 9.476 unit, sedangkan pesaingnya Xpander sebanyak 4.407 unit.

Dominasi Avanza berlanjut di Oktober. Pada bulan ini Avanza mencatatkan penjualan sebanyak 8.816 unit. Adapun Xpander yang masih berada di urutan bawahnya, membukukan penjualan sebanyak 4.236 unit.

Anton Jimmi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/12/2019) mengatakan, sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada 11 Desember 2003 lalu, Toyota Avanza hingga 11 Desember 2019 telah terjual sebanyak 1,8 juta unit lebih.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander. – dok.Motoris

“Bahkan, di tahun ini angka penjualan Avanza tumbuh sebesar 6,9% dibandingkan tahun lalu, di tengah penurunan permintaan pasar sebesar 11,1% pada segmen Low MPV. Ini membuktikan Avanza tidak hanya tetap menjadi pilihan karena mampu memenuhi ekspektasi dan kebutuhan masyarakat Indonesia, tetapi juga telah menjadi Part of Indonesia Greatness,” ungkap Anton. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This