DWP, Cara Memacu Penjualan Toyota Yaris di Pasar yang Lesu

DWP, Cara Memacu Penjualan Toyota Yaris di Pasar yang Lesu
Ilustrasi, peluncuran Toyota Yaris facelift - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Seperti yang telah dijalankannya sejak beberpa tahun lalu, Toyota kembali mengobarkan brand Toyota Yaris di hajatan kalangan milenial – atau mereka yang berhiwa muda – yang berkaitan dengan musik. Kali ini – di pengujung tahun 2019 – PT Toyota Astra Motor (TAM) menghadirkan Toyota Yaris di Festival Djakarta Warehouse Project (DWP).

Tak hanya itu. Di gelaran yang berlangsung 13-15 Desember di JIExpo Kemayoran, Jakarta, itu, TAM juga menghadirkan booth Yaris.

Menurut Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandy, dengan tema “Yaris Sound of Excitement”, Yaris di DWP tampil fun dengan serangkaian aktivitas menarik yang akan digelar di dalamnya ini. Tampilan ini dimaksudkan untuk menambah keceriaan kalangan muda millennial dalam menikmati semarak festival musik elektronik (electric digital music/EDM) terbesar di Indonesia tersebut.

Toyota menghadirkan unit Yaris Rhythm yang telah dimodifikasi untuk memberi ruang bagi para DJ untuk menampilkan performa musik digital elektriknya. Para DJ akan unjuk kebolehan untuk menghibur para pengunjung booth Toyota Yaris maupun DWP 2019 dengan peralatan EDM yang tersedia di unit Toyota Yaris tersebut.

Booth Toyota yang menampilkan Toyota Yaris Rythm di Festival DWP 2019 – dok.TAM

Pesan yang ingin disampaikan TAM telah secara gamblang terbaca yakni dengan brand Yaris mengajak kalangan muda millennial untuk ke DWP. Itu diakui oleh Anton Jimmi Suwandy.

“DWP adalah ajang bagi anak muda ataupun mereka yang berjiwa muda, khususnya dalam kegiatan musik untuk berkumpul. Hal ini sejalan dengan semangat yang dimiliki Toyota khususnya Toyota Yaris yang juga menjadi kendaraan bagi mereka yang berjiwa muda dan kreatif. Kami juga melihat musik adalah bahasa yang sangat universal di kalangan mereka, dan kedekatan Toyota Yaris dengan musik ini yang membuat kami ikut mendukung penyelenggaraan DWP dengan menghadirkan Yaris X DWP Booth,” kata Anton.

Seorang DJ tengah beraksi di Toyota yang bersanding dengan Toyota Yaris Rythm di hajatan Festival DWP 2019 – dok.TAM

Komunikasi intensif
Sebelumnya, sela acara Year End Media Gathering Toyota, di Jakarta, Kamis (12/12/2019) malam, Deputy General Manager Marketing Planning TAM, Andri Widiyanto, mengakui sejak beberapa tahun terakhir, penjualan Toyota Yaris masih belum mampu menguasai pangsa pasar di segmennya. Yaris masih menjadi runner up, atau di bawah Honda Jazz.

“Padahal, baik secara desain, teknologi kenyamanan, keamanan, maupun fitur-fitur yang dihadirkan sangat mumpuni. Bahkan, melebihi ekspektasi dari pasar yaitu kalangan milenial atau mereka yang lebih dewasa tetapi berjiwa muda. Hanya saja, harus diakui, pesannya belum secara efektif sampai. Nah, itu PR (Pekerjaan Rumah ) bagi kita, bagaimana mengintensifkan komunikasi soal pesan itu, sehingga benar-benar sampai ke target market (kalangan milenial),” papar Andri saat ditemui Motoris.

Faktanya, data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berbicara. Pada rentang Januari – September lalu, Yaris terjual sebanyak 6.220 unit atau ambrol 19,26% dibanding periode sama tahun 2018. Bahkan jauh di bawah penjualan sembilan bulan pertama 2017 yang sebanyak 7.704 unit.

Ilustrasi, Toyota Yaris Hykers, lincah di perkotaan dan enak diajak menapak jalan pedesaan – dok.Motoris

Pada saat yang sama di tahun ini, terjual 8.481 unit. Meski, sejatinya penjualan Jazz ini juga longsor dibanding sembilan pertama tahun 2018 yang sebanyak 10.912. Bahkan longsor lebih dalam dibanding periode sama tahun 2017 yang masih sebanyak 12.964 unit. Namun, penjualan Jazz masih di atas penjualan Toyota Yaris.

Pasar memang lesu dan stagnan
Tak berselang lama setelah menemui Andri, Motoris menanyakan lesunya penjualan Toyota Yaris ini kepada Anton Jimmi Suwandy di tempat yang sama. Dia mengatakan, kondisi pasar hatchback selama ini cenderung berada di tren stagnasi.

Ceruk pasar yang dihuni oleh sejumlah merek ini tak menunjukan perkembangan perluasan yang signifikan. Tetapi tetap alias stagnan, atau malah turun. Terlebih di tengah kondisi pasar otomotif di Tanah Air yang tengah berada dalam kondisi kelesuan, dimana penjualan mobil turun 12,04% dibanding Januari – September 2018.

“Selama Januari – September, penjualan hatchback, all brands, juga turun dari 36.000-an unit sekian, menjadi 30.000-an unit sekian ( data Gaikindo 30.953 unit atau turun 3%),” ucap Anton.

Toyota Yaris terpilih sebagai Car of The Year 2018 – dok.TAM

Sementara, pangsa pasar hatchback di pasar mobil di Indonesia hingga kini masih sekitar 20%. Target pasarnya pun, lanjut Anton, sangat besar. Sebab, dalam struktur demografi, jumlah penduduk usia muda (milenial) merupakan yang terbesar (data statistik menunjukan, penduduk usia 20 – 45 tahun jumlahnya sekitar 45% lebih dari total penduduk yang ada).

“Oleh karena itu, komunikasi produk hatchback seperti Toyota Yaris yang memiliki sejumlah keunggulan harus diintensifkan. Dan kehadiran model baru juga bisa memicu dinamika pasar,” imbuh dia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This