4 Aturan Turunan Perpres Kendaraan Listrik Lagi Disiapkan
Ilustrasi, sedan listrik Nissan Leaf dihadirkan ke GIIAS 2019 oleh Nissan Indonesia - dok.Motoris

4 Aturan Turunan Perpres Kendaraan Listrik Lagi Disiapkan

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan empat Peraturan Menteri Perindustrian sebagai regulasi turunan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Aturan tersebut antara lain terkait roadmap industri kendaraan di dalam negeri serta fasilitasi tentang skema CKD, IKD, dan part by part,” ucap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangan resmi, dikutip Senin (16/12/2019).

Disiapkannya payung hukum berupa Peraturan Menteri Perindustrian menurut Putu agar Indonesia bisa cepat mengakselerasi produksi kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan pada 2022 mendatang, Indonesia mampu memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

“Sudah banyak investor yang komitmen ingin memproduksinya, termasuk bahan bakunya. Untuk itu, kami akan mempercepat menyusun aturan-aturannya. Kami juga mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum,” ucapnya.

Baca juga: Jokowi ke Korsel, Hyundai Teken Investasi Mobil Listrik

Ilustrasi, seorang pengunjung GIIAS 2019 melihat detil sebuah mobil listrik di booth DFSK – dok.Motoris

Potensi industri otomotif di Indonesia saat ini, ditopang melalui 18 pabrikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang telah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 2,26 juta unit per tahun dan jumlah tenaga kerja sebanyak 38 ribu orang.

Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Hal ini tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

“Dengan tren industri mobil listrik di kancah global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20 persen dari total produksi pada tahun 2025. Artinya, nanti ada 400 ribu unit,” ujar Putu.

Selain menyiapkan payung hukum turunan Perpres kendaraan listrik, Kemenperin menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Harjanto juga akan memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti tax holiday.

Baca juga: Toyota Sodorkan Jenis Mobil Listrik Sesuai Regulasi dan Kondisi

Hyundai Ioniq, mobil listrik Hyundai yang dluncurkan HMMI bersama Grab Indonesia – dok.Kompas.com

“Kami fokus membidik investasi untuk pembuatan baterai, electric motor, dan power control unit, yang menjadi tiga komponen utamanya. Insentif tersebut diberikan sepanjang investasi mereka sekitar US$ 50 juta atau mereka melakukan proses industrialisasi di dalam negeri,” jelas Harjanto.

Di sektor alat transportasi, sepanjang tahun ini Jepang merupakan investor terbesar di Indonesia sampai dengan kuartal III tahun 2019, dengan nilai sebesar Rp7,46 Triliun. Di sektor otomotif, Jepang juga adalah salah satu kisah sukses dari para investor yang ingin terus menanamkan modalnya di Tanah Air, di mana produsen otomotif jepang skala global telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )