Jualan Mobil Astra Masih Mengkerut 7,7%

Jualan Mobil Astra Masih Mengkerut 7,7%
Ilustrasi, konsep Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019. Daihatsu merupakan salah satu merek yang dijajakan Grup Astra - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil grup Astra sepanjang Januari hingga Novemer lalu masih mengkerut dibanding periode yang sama 2018. Dalam sebelas bulan tahun ini, penjualan grup otomotif terbesar di Indonesia itu tercatat hanya 495.357 unit atau ambles 7,7% dibandingkan  536.989 unit.

Meski secara total jumlah tahun ini menciut dibanding tahun lalu, tapi seperti terungkap di data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dua merek yang berada di awah grup ini masih menjadi yang terlaris di Tanah Air. Keduanya, tentu sudah bisa ditebak, adalah Toyota dan Daihatsu.

Dari total penjualan mobil seluruh merek yang ada – yakni 940.362 unit – mobil Toyota terjual 305.744 unit. Daihatsu menempati urutan kedua dengan penjualan 166.429 unit

Penjualan Toyota hingga November itu menciut 6,4% dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu. Bahkan sebelumnya, di periode Januari – Oktober, penjualan Toyota dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat 276.657 unit.

Baca juga: Penjualan Ritel LCGC Grup Astra Ambrol 11,9%

Ilustrasi, LCGC Toyota Agya, salah satu mobil yang dipasarkan anak perusahaan Grup Astra yakni PT Toyota Astra Motor – dok.Motoris

Jumlah ini menciut sekitar 6,2% dibanding periode sama 2018. Namun, Toyota masih menggenggam pangsa pasar sebesar 32,4%.

Sementara, total wholesales Daihatsu sepanjang Januari—November itu tercatat 166.429 unit atau ambrol sekitar 10,74% dibanding 11 bulan pertama tahun lalu. Sedangkan penjualan ritelnya (dari diler ke konsumen) ambrol 10,72%, karena tahun ini hanya 159.431 unit..

Lebih kecil
Soal susutnya penjualan ini, Marketing Director PT Toyota Astra, Anton Jimmi Suwandi, menyebutnya sebagai fenomena umum yang dihadapi pasar kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Tanah Air.

“Saya rasa ini karena faktor market secara keseluruhan yang turun ya. Sampai Oktober kemarin kan market turunnya sekitar 11%. Artinya, turunnya penjualan Toyota masih lebih kecil dibanding penurunan (yang dialami) market. Memang, kalau saya lihat November masih sama (di tren penurunan), sehingga diperkirakan penjualan (Toyota) turun 5 – 6%,”  ucap Anton, saat ditemui Motoris di sela acara Year End Media Gathering Toyota, di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca juga: Toyota Hilux jadi Mobil Paling Laris di Australia Tahun Ini

Ilustrasi, Isuzu -X versi anyar yakni mu-X Ii-series yang dijajakan salah satu anak perusahaan Astra, PT Isuzu Astra Motor Indonesia – dok.Motoris

Data mengungkapkan, di rentang waktu itu, penjualan mobil merek-merek di bawah naungan Grup Astra tercatat sebanyak 447.538 unit. Jumlah ini susut 7,62 % dibanding Januari – Oktober 2018.

Paralel dengan itu, pangsa pasar yang dicengkeram pun kempis. Jika di tahun lalu masih sebesar 56%, tahun ini hanya 53%. Namun, Astra masih menguasai pangsa pasar penjualan mobil di Tanah Air. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This