Kartel, Lexus Didenda Rp 174 M Lebih di Cina

Kartel, Lexus Didenda Rp 174 M Lebih di Cina
Lexus di Cina - dok.Nikkei Asian Review

Jiangsu, Motoris – Biro Anti Monopoli pada Lembaga Pengawas Pasar Cina, Jumat (26/12/2019) lalu menetapkan denda senilai 87,6 juta atau sekitar Rp 174,76 miliar kepada Lexus. Merek mewah milik Toyota itu dinilai telah terbukti melakukan pengaturan harga jual di seluruh diler.

Seperti dilaporkan Reuters dan Nikkei Asian Review, Minggu, (28/12/2019), Biro Anti Monopoli mengklaim telah menemukan bukti bahwa Lexus melakukan kartel harga. Merek ini menetapkan penjualan minimum dan meminta seluruh diler yang berada di provinsi untuk menerapkan harga yang telah diatur Lexus.

Diler juga diminta untuk tidak mendiskon harga jual, mobil yang dijual secara online. Kecuali, jika konsumen membeli satu paket dengan aksesoris. Kebijakan ini dinilai telah melanggar hak-hak diler dalam menetapkan harga dan merugikan konsumen.

Hal itu terjadi di rentang tahun 20015 – 2018 lalu. Penjualan Lexus tercatat terus menanjak. Bahkan di saat total penjualan mobil di Cina ambles, penjualan merek ini tetap “ngegas”.

Ilustrasi, salah satu model Lexus yang dijual di Cina – dok.LExus Enthusiast

Pada rentang waktu 11 bulan atau Januari – November tahun ini misalnya, penjualan Lexus di Negeri Tirai Bambu itu tercatat sebanyak 180.200 unit. Jumlah ini naik 21% dibanding periode sama tahun lalu.

Soal denda ini, Juru Bicara Toyota di Cina mengaku menghormati keputusan tersebut. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh. “Nilai denda tersebut sebesar 2% dari total pendapatan Toyota di Jiangsu (provinsi dekat dengan Shanghai) selama tahun 2016,” bunyi penjelasan lembaga tersebut. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This