Catatan 2019, Bus Volvo Mencoba Bangkit Lagi di RI

Catatan 2019, Bus Volvo Mencoba Bangkit Lagi di RI
Peluncuran bus Volvo B11R dan Volvo B8R di ajang Busworld 2019 di Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Beragam strategi dan langkah pemasaran kendaraan komersial – mulai dari pikap, truk, hingga bus – digeber agen pemegang merek maupun distributor kendaraan jenis itu di Indonesia sepanjang tahun 2019. Tujuannya beragam mulai dari memperkuat eksistensi diri yang berkorelasi dengan penjualan, hingga mencoba kembali mengukir jejak penjualan seperti yang pernah mereka lakukan.

Salah satu catatan menarik dalam konteks yang terakhir adalah, upaya Volvo melalui PT. Indotruck Utama – sebagai pemegang merek di Indonesia – yang dinilai sejumlah kalangan secara resmi untuk bangkit kembali.

“Kalau kita lihat catatan sejarah, PT Indotruck Utama, sudah tidak aktif menjual lagi atau vakum pada tahun 2000 lalu, kabarnya, karena banyak PO yang kecewa. Tetapi, sejatinya, pada tahun 2017, ada chassis bus Volvo B7R yang digunakan oleh sebuh PO (Perusahaan Otobus) Sistrans Jogja. Kalau tidak salah, karoserinya Adiputro, Jetbus 2 HD. Tetapi enggak tahu siapa yang mendistribusikannya,,” ungkap kolega Motoris di Gaikindo yang juga pemerhati kendaraan komersial di Indonesia, saat dihubungi, Selasa (31/12/2019).

Kemudian di tahun 2018, melalui PT Steady Safe sebanyak 128 unit chassis bus Volvo B11R 370 6×2 hadir untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Dan PT Indotruck Utama, melalui hajatan Busworld Jakarta 2019, yang digelar 20-22 Maret menandai kiprahnya kembali dengan meluncurkan dua varian, yakni Volvo B11R 430 dan Volvo B8R.

Volvo menyuguhkan Bus Volvo B8RLE dan Volvo B11T yang dipamerkan di ajang Busworld 2019 – dok.Motoris

Presiden Direktur PT Indotruck Utama Bambang Prijono di sela peluncuran kedua varian itu mengatakan, pihaknya optimis bisa memenuhi kebutuhan pasar. Varian Volvo B11R misalnya memiliki tenaga mesin yang mencapai 430 hp, yang diklaim terbesar di kelasnya

“Kami berikan yang terbaik kepada customer melalui produk-produk Volvo. Tahun ini ( 2019) kami targetkan total penjualan (truk dan bus) sebanyak 700 unit, 200 unit di antaranya bus ,” kata Bambang di Jakarta International Expo, Jakarta, Rabu (20/3/2019).
Volvo B11R dibanderol Rp 1,75 miliar on the road (OTR). Sedangkan B8R dihargai Rp 1,450 miliar OTR.

Mulai dari nol lagi
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indoesia (Ipomi), Kurnia Lesani Adnan, menyebut, sejatinya PT Indotruck Utama – yang merupakan anak perusahaan Indomobil – telah menjadi distributor bus Volvo di Indonesia sejak tahun 80-an.

So far, sampai saat ini, PT Indotruck Utama kalau saya cermati sedang berusaha all out (mati-matian) untuk penetrasi market. Yang mana, dia juga mencoba untuk “mengobati” kekecewaan pengguna Volvo yang kala itu (sebelum tahun 2000-an) luluh lantak,” ungkap dia kepada Motoris, Selasa (31/12/2019).

Pria yang juga Direktur Utama PO SAN Putera Sejahtera itu menilai layanan purna jual Indotruck Utama kala itu kurang bagus. Terlebih, pada saat itu perusahaan ini salah menyughkan produk kepada konsumen.

Ilustrasi bus Volvo B11R – dok.flickr.com

“Dia memasukan tipe B7R yang mesinnya old series D7A.  Enggak nyambung sama kebutuhan. Akhirnya sepi peminat. Dan saat itu saya lihat PT Indotruck Utama juga belum siap mengubah mindset dari dari existing off road ke on road. Ya mudah-mudahan sekarang sudah ada perubahan. ” kata pria yang akrab disapa Sani itu.

Catatan Ipomi menunjukan, saat ini chassis Volvo cukup direspon positif oleh PO. Tercatat, PO Gunung Harta 2 unit, PO Bejeu 2 unit, PO Rosalia Indah 2 unit, PO Simpati Star 1 unit, dan PO Borlindo 2 unit. “Bahkan, kabarnya Borlindo akan membeli lagi 15 unit,” imbuh Sani. (Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS