Faktor Musiman, Penjualan Mobil Desember Diklaim Naik

Faktor Musiman, Penjualan Mobil Desember Diklaim Naik
Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga - dok.PT SIS

Jakarta, Motoris – Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan mobil pada akhir tahun sepanjang Desember 2019 lalu diketahui naik dibanding bulan sebelumnya. Faktor musiman yang didorong oleh program diskon dan kemudahan yang digelar agen pemegang merek dan diler menjadi pemicunya.

“Persisnya saya enggak ingat persis, tetapi dari laporan beberapa APM (agen pemegang merek) penjualan mereka naik di Desember dibanding bulan sebelumnya. Faktor program promosi dari mereka ikut mendorong penjualan, selain ada beberapa institusi dan perusahaan yang sengaja belanja mobil di akhir tahun,” ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto saat dihubungi, Rabu (8/1/2020).

Salah satu APM yang mengaku penjualannya – baik wholesales maupun ritel – baik adalah PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS). Seperti diungkapkan 4W Sales Director PT SIS, Makmur, pada bulan pamungkas di 2019 itu, penjualan mobil Suzuki naik.

“Kedua-duanya (wholesales maupun ritel). Berdasarkan data, penjualan kita naik. Dan ini kan biasa, di akhir tahun, biasanya naik,” ujar dia saat dihubungi Rabu (8/1/2020).

Ilustrasi, Festival Avanza-Veloz Sebangsa – dok.TAM

Data yang dikompilasi Gaikindo menunjukan sepanjang Desember lalu penjualan ritel Suzuki tercatat sebanyak 10.401 unit. Asosiasi industri itu juga mencatat, sepanjang Januari – November 2019, ritel mereka ini sebanyak 102.865 unit atau menyusut dibanding periode sama tahun 2018 yang sebanyak 116.688 unit.

Tren kenaikan penjualan pada Desember juga dibukukan Toyota Indonesia. Seperti halnya Makmur, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menyebut faktor musiman di akhir tahun menjadi pemicu kenaikan penjualan.

“Akhir tahun kan memang seasonality-nya (musiman) tinggi untuk penjualan (penjualan naik). Jadi, (meski ada kenaikan tarif) BBN (Bea Balik Nama di DKI Jakarta dari 10% menjadi 12,5%) sulit untuk dilihat impact-nya (dampaknya),” kata Anton saat dihubungi, Rabu (8/1/2020).

Anton menyebut di bulan ke-12 tahun 2019 itu, wholesales Toyota mencapai 27.454 unit. Sedangkan data Gakindo menunjukan, di rentang Januari hingga November, wholesales merek ini juga terbilang lumayan, terutama untuk model-model andalan.

Ilustrasi, peluncuran versi anyar atau versi penyegaran LCGC Toyota Calya – dok.Motoris

Tercatat, di kurun waktu itu, Toyota Avanza terjual 80.728 unit, Toyota Rush 57.354 unit, Toyota Kijang Innova 48.494 unit, Toyota Agya 22.991 unit, dan Toyota Fortuner 15.640 unit. Penjualan yang cukup tinggi di segmennya juga dibukukan model-model Toyota lainnya. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This