6 Tahun Baru Jual 6.000 Unit, Ini Kata Tata Motors Indonesia

6 Tahun Baru Jual 6.000 Unit, Ini Kata Tata Motors Indonesia
Ilustrasi, salah satu truk yang dipasarkan Tata Motors Indonesia, Tata Prima 3338.K - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) mulai menjual kendaraan besutan Tata Motors di Tanah Air sejak tahun 2013 atau enam tahun lalu. Namun, di rentang waktu ini, TMDI tercatat baru menjual 6.000 unit lebih kendaraan komersial truk, bus, serta pikap.

Soal volume penjualan yang sebanyak itu di kurun waktu enam tahun, Commercial Vehicle Marketing Head TMDI Wilda Bachtiar yang ditemui Motoris di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu mengatakan, volume sebagai ukuran relatif. Hal itu tergantung penilain internal sesuai dengan kondisi dan perjalanan perusahaan.

“Tetapi, bagi Tata Motors Indonesia yang merupakan brand baru di Indonesia, angka sebesar itu tentu merupakan prestasi tersendiri. Sebab, karakteristik customer segmen pasar kendaraan pasar komersial itu berbeda dengan kendaraan penumpang. Yang satu untuk bisnis, dan satunya untuk konsumtif. Sehingga, dalam kendaraan komersial, variabel kepentingan dan penunjang bisnis dengan ukuran-ukuran yang pasti berupa angka untuk rugi sangat menjadi faktor penentu. Sehingga trust, bukti nyata unggul sebagai penunjang kegiatan bisnis menjadi pertimbangan utama,” papar Wilda.

Lantaran fakta yang seperti itu, TMDI pun fokus membangun jaringan, baik penjualan dan layanan purna jual. Meski, lanjut Wilda, perluasan berupa jumlah jaringan saja tidaklah cukup.

Ilustrasi, truk angkutan logistikTata Prima 3123.T – dok.Motoris

“Kami juga terus melakukan improvement layanan purna jual yang benar-benar memberikan dukungan kepada pelanggan sehingga bisnis berjalan baik, dan keuntungan terus tumbuh. Kami buktikan, bahwa produk kami memiliki kualitas dan kemampuan untuk mendukung bisnis secara maksimal. Dan tentu, ini membutuhkan waktu tidak instan, atau terjadi dalam hitungan hari,” terang dia.

Saat ini, TMDI telah memiliki 300 lebih Touch Points yang terdiri dari fasilitas 3S (Sales, Service, Spare parts), 1S (Sales) outlets, 2S (Service, Spare parts) workshops atau yang dikenal sebagai Tata Certified Workshops (TCW). Selain itu, ada Parts Shops atau toko rekanan yang menjual Tata Genuine Parts dan tersebar di seluruh Indonesia.

Senada dengan Wilda, Corporate Communication Head PT TMDI, Kiki Fajar Harianto menyebut perusahaannya memang menerapkan strategi penguatan fondasi. Bukan hanya brand awareness semata, tetapi juga jaringan.
“Kata kuncinya harus tumbuh terus. Enggak usah volume besar, tetapi yang penting terus tumbuh sampai brand secara natural tumbuh dan menjadi mature (matang atau mapan). Kalau growing-nya (tumbuhnya) secara natural, bukan sintetis maka akan jauh lebih kuat,” kata dia saat dihubungi belum lama ini.

Pikap Tata Motors Super Ace HT 2 dikenal irit, bandel, dan biaya perawatan yang murah – dok.Istimewa

Untuk mewujudkan pertumbuhan yang benar-benar organik atau asli, maka diler yang ada serta layanan penjualan maupun purna jual yang diberikan harus benar-benar memuaskan pelanggan. “Itulah konsentrasi kami, karena kami memiliki komitmen bisnis di Indonesia dalam jangka panjang,” terang dia.

Diler baru di Pontianak
Pertambahan jumlah diler Tata Motors di Indonesia memang terjadi. Diler baru terus didirikan, dan diler yang paling anyar berada di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Setelah tahun lalu kami resmi hadir di Balikpapan, kini kami dapat hadir di Pontianak melalui mitra kami PT. Autogriya Handal Mandiri, yang berkomitmen tinggi dan penuh keyakinan memasarkan kendaraan Niaga Tata Motors,” ujar Presiden Direktur TMDI, Biswadev Sengupta, dalam keterangan resmi, Sabtu (18/1/2020).

Diler baru Tata Motors Indonesia didirikan di Pontianak, Kalimantan Barat – dok.TMDI

Diler dibangun yang dibangun bersama dengan PT. Autogriya Handal Mandiri ini berada di Jalan Adisucipto Km 5.5 No. 41-42, Kubu Raya Pontianak, Kalimantan Barat. Diler 3S yang berdiri di atas lahan 1500 m2 dengan luas ruang bangunan showroom 500 m2, serta bengkel seluas 350 m2 itu memiliki fasilitas 4 buah stall untuk kendaraan pikap, dan 1 buah stall untuk kendaraan truk. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This