Hadir di Bandara Soetta, Grab Elektrik Bukan Sekadar Tumpangan

Hadir di Bandara Soetta, Grab Elektrik Bukan Sekadar Tumpangan
Sedan listrik Hyundai Ioniq yang menjadi armada Grab Elektrik - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Grab Indonesia menepati janjinya untuk menjadi aplikator penyedia layanan mobil listrik pertama di Indonesia, karena Senin (27/1/2020), meresmikan beroperasinya Grab Elektrik powered by Hyundai di Terminal 3, Bandar Udara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Cengkareng. Armada yang digunakan merupakan sedan listrik besutan Hyundai Motors Company, Ioniq.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Grab Elektrik ini direalisasikan setelah sebelumnya meluncurkan EV Grab Ecosystem Roadmap pada tahun 2018 lalu. “Kami ingin menjadi salah satu pendorong kolaborasi demi solusi transportasi yang lebih efisien dan juga ramah lingkungan serta membangun kemitraan yang lebih erat dengan Hyundai,” kata Ridzki di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020).

Pernyataan serupa diungkapkan Presiden Direktur Hyundai Motors Indonesia, Sung Jong Ha. “Saya berharap pelanggan Grab di Indonesia dapat menikmati kenyamanan mengendarai mobil elektrik yang ramah lingkungan. Sekaligus menunjukkan dukungan kami yang sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia dalam membangun mobilitas masa depan,” ucap dia di tempat yang sama.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, menyebut kehadiran Grab Elektrik semakin memperkuat ekosistem sarana mobilitas masyarakat berbasis tenaga listrik di Tanah Air. Setelah sebelumnya, operator taksi Blue Bird yang menggunakan sedan listrik asal Cina, BYD.

Grab meresmikan beroperasinya Grab Elektrik powered by Hyundai – dok.Istimewa

Dia menyebut kehadiran layanan taksi baik konvensional maupun yang berbasis aplikasi menggunakan kendaraan listrik itu, sekaligus menjadi saran edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya dan keuntungan yang diperoleh menggunakan kendaraan listrik.

“Masyarakat barangkali masih enggan karena berbagai alasan termasuk soal harga, tetapi dengan dimulai oleh perusahaan penyedia jasa angkutan, akan dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat soal keuntungan yang didapatkan. Bukti nyata itulah yang diharapkan menstimulasi keinginan masyarakat,” papar Budi saat dihubungi, Selasa (28/1/2020).

Pernyataan senada diungkapkan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika. Menurut dia, pemasyarakat kendaraan listrik di Tanah Air harus diwujudkan secepatnya sesuai, karena aturan tentang itu yakni percepatan pengembangan kendaraan listrik telah ada yakni Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Dengan percepatan itu, lanjut dia, pemerintah ingin mengundang investor untuk memproduksi kendaraan listrik di lokal Indonesia. Tetapi, investor itu kan melihat seperti apa ekosistemnya, Dan ekosistem itu bukan sekadar supply chain produsen hingga pemasok, atau aturan legal formal atau regulasi dan berbagai insentif yang ditawarkan, tetapi juga populasi.

Grab Elektrik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten – dok.Istimewa

“Pasarnya seperti apa? Nah, dengan hadirnya perusahaan jasa transportasi yang sudah menggunakan, diharapkan memberi edukasi kepada masyarakat sehingga tertarik dengan kendaraan listrik,” ungkap dia.

Bahkan, bukan hanya operator taksi dan perusahaan angkutan berbasis aplikasi saja yang diharapkan menggunakan kendaraan listrik, tetapi juga angkutan umum seperti bus kota juga diharapkan menggunakan kendaraan bersumber tenaga dari arus setrum itu. Sehingga, manfaat dan keunggulan dari kendaraan listrik, baik dalam berkendara, keamanannya, sekaligus dampa6y7tuiyknya terhadap lingkungan bisa dirasakan terlebih dahulu oleh masyarakat.

Sosok Ioniq
Hyundai Ioniq merupakan sedan bersuber tenaga dari listrik 100% atau kendaraan berbasis baterai. Hyundai Motors membekalinya dengan baterai berkapasitas 38,3 kWh, dan sebuah motor listrik permanent-magnet synchronous.

Semburan tenaga motor diklaim mencapai 136 PS dengan torsi 95 Nm. Sedan ini dilengkapi charger on-board standar 7.2-kW. Proses pengisian daya baterai secara standar membutuhkan waktu 6 jam.

Jika menggunakan fast-charging 50-kW, pengisian daya hingga 80% hanya membutuhkan waktu 57 menit. Bahkan jika menggunakan fast-charging 100-kW pengisian daya hingga 80% hanya butuh waktu 54 menit.

Ilustrasi, mobil listrik Hyundai Ioniq 2019 – dok.The Car Connection

Sekadar catatan, di Bandara Soetta, Grab Eektrik itu bisa didapatkan layanannya di Pick-Up Point Grab di Terminal 3. Selain itu konsumen dapat memesan layanan GrabCar Airport atau GrabCar Elektrik yang memiliki shelter di bandara. (Gen/Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This