Pabrikan Asal Cina di RI Tak Terdampak Virus Corona

Pabrikan Asal Cina di RI Tak Terdampak Virus Corona
Ilustrasi, diler DFSK - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Virus Corona yang terdeteksi muncul di Wuhan, Cina, pada Desember 2019 lalu telah membawa korban ratusan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya terpapar. Bahkan virus ganas yang ditemukan di pasar hewan liar di Wuhan, Hubei, itu disebut telah menjangkiti 15 negara dengan 104 kasus yang dikonfirmasi

Seperti dilaporkan Reuters, hingga Rabu (29/1/2020), Komisi Kesehatan Nasional negara Cina melaporkan jumlah korban virus corona di negaranya menjadi 170 orang. Lembaga itu juga mencatat, pasien yang terinfeksi virus mencapai 7.711 orang.

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (30/1/2020) telah menyatakan wabah virus Corona sebagai kondisi gawat darurat internasional. Langkah ini, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (31/1/2020) ditetapkan menyusul bertambahnya korban tewas, per Kamis (30/1/2020) yang mencapai 213 orang, dan 9.692 orang terinfeksi, dan virus telah memapari 18 negara.

Tak hanya itu, sejumlah negara memperkirakan wabah virus ini bakal berdampak serius kepada ekonomi global. Tidak terkecuali industri otomotif. Maklum, Cina saat ini menjadi pasar otomotif – khususnya mobil – terbesar di dunia.

Terlebih, sejumlah pabrikan membatasi kegiatan operasional yang terkait dengan proses produksi akibat wabah tersebut. Sejumlah pabrikan bahkan menghentikan sementara kegiatan produksinya di Negeri Tirai Bambu, serta membatasi kunjungan karyawannya ke negara tersebut.

Ilustrasi, petugas kesehatan di Cina melakukan tindakan pencegahan penularan virus Corona – dok.Washington Post

Lantas bagaimana dengan pabrikan asal Cina yang ada di Indonesia yakni Donfeng Sokon melalui PT Sokonindo Automobile (DFSK) dan SGMW Motor atau Wuling Motors melalui PT SGMW Indonesia? Apakah juga mengalami dampak akibat wabah tersebut, baik dari operasional maupun mobilitas karyawannya?

“Sampai saat ini produksi pabrik kami masih berjalan normal dan sesuai jadwal. Tidak ada kendala (terakit wabah virus Corona). Sedangkan, karyawan expat kami ada beberapa yang sudah lama stay di sini (Indonesia). Sebelum isu ini merebak mereka sudah di sini dan belum kembali ke Cina,” ungkap Public Relation & Digital Manager DFSK Arviane Dahniarny saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (30/1/2020) malam.

Ilustrasi, SUV DFSK Glory 580 – dok.Motoris

Mobilitas karyawan
Sedangkan beberapa karyawan yang pulang ke Cina dalam rangka liburan tahun baru Imlek beberapa waktu lalu, hingga kini belum kembali. Hal itu, selain terkait aturan internal perusahaan, juga disebabkan adanya ketentuan pemerintah Cina terkait wabah ini.

“Ada beberapa ketentuan dari kantor pusat (DFSK) untuk membatasi karyawan melakukan perjalanan dari Cina ke luar negeri. Disamping itu ada juga ketentuan dari pemerintah Cina sendiri terhadap warga negaranya. Jadi merek mengikuti aturan yang berlaku,” ucap dia.

Sementara, Media Relation PT SGMW Indobesia atau Wuling Motors Indonesia, Brian Gomgom yang juga dihubungi Kamis (30/1/2020) malam mengatakan, pihaknya kini bersikap antisipatif. Hal itu dilakukan untuk memperkuat pencegahan dan mengurangi potensi risiko penularan.

“Kami melakukan pembatasan perjalanan ke berbagai daerah di Tiongkok (Cina) untuk sementara waktu bagi para karyawan Wuling,” kata dia.

Ilustrasi, Direksi Wuling Motors Indonesia menyerahkan mobil ambulans dan mobil klinik kepada Rumah Zakat di Bintaro, Tangerang Selatan, 12 November 2019 – dok.Istimewa

Jika ada karyawan yang melakukan perjalanan dari Cina menuju Indonesia, mereka wajib mematuhi kebijakan inspeksi kesehatan sesuai dengan persyaratan dari kedua negara. “Termasuk melakukan pengamatan medis,” ucap Brian.

Dia juga memastikan, sejauh ini tidak ada dampak terhadap proses produksi maupun penjualan Wuling Motors Indonesia terkait wabah itu. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This