Terbelit Dieselgate, Kinerja Keuangan Induk Mercedes Ambles

Terbelit Dieselgate, Kinerja Keuangan Induk Mercedes Ambles
Ilustrasi, Mercedes- Benz AMG C 43 4MATIC Coupe - dok.Istimewa.jpg

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun 2019 lalu kinerja perusahaan induk Mercedes-Benz yakni Diamler tercatat ambles, karena laba bersihnya ambrol hingga 64% menjadi 2,7 miliar euro. Meski penjualan Mercedes-Benz naik, kasus dieselgate terkait tingkat emisi gas buang produk juga menjadikan kondisi keuangan kedodoran.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (11/2/2020), Ketua Dewan Manajemen Daimler AG dan Mercedes-Benz AG, Ola Kallenius, skandal dieselgate telah menghabiskan anggaran senilai 4 miliar euro untuk membayar denda dan ganti rugi. Kasus ini disebut otoritas Uni Eropa sebagai tindakan curang karena perusahaan diduga memasang perangkat lunak untuk memanipulasi uji polusi udara.

Laku curang itu disebut telah ditemukan di sejumlah model kendaraan Mercedes-Benz. Ujungnya, pabrikan ini diminta untuk menarik kendaraan yang terbukti menggunakan peranti tersebut, sekaligus dikenai sanksi denda.

Padahal, laporan kinerja Mercedes-Benz yang dilansir Euronews dan The Economist, belum lama ini menyebut, penjualan Mercedes-Benz sepanjang tahun 2019 itu cemerlang. Sebanyak 2.339.562 unit kendaraan Mercedes-Benz terlego di sepanjang tahun itu.

Jumlah itu naik 1,3% dan menjadi jumlah penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Bahkan pertumbuhan ini positif menjadi yang kesembilan kalinya secara berturut-turut dalam rentang sembilan tahun terakhir. Penjualan terbanyak dibukukan Mercedes-Benz di Cina, yakni sebanyak 693.443 unit atau naik 6,2% dibanding penjualan tahun 2018.

Ilustrasi, logo mercedes-Benz – dok.Mercedes-Benz Huntington

“Penjualan sepanjang tahun 2019 merupakan rekor kesembilan berturut-turut untuk kendaraan Mercedes-Benz. Ini merupakan prestasi tersendiri di tengah-tengah perubahan luas dalam lanskap mobilitas,” tutur Ola Kallenius.

Sementara itu, di Indonesia, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MDBI) – agen pemegang merek Mercedes-Benz di Tanah Air – mencatatkan penjualan sebanyak 3.344 unit. Jumlah ini, menyusut 13% dibanding penjualan tahun 2018 yang sebanyak 3.859 unit.

“Memang, kalau dilihat dari perbandingan volume dengan tahun 2018, ada penurunan sedikit. Tetapi, yang perlu dicatat, sepanjang tahun 2019 itu banyak model-model kami yang masa life cycle (siklus rentang masa model yang bersangkutan) sudah banyak yang habis. Sehingga siklus ini berpengaruh ke penjualan. Tetapi, secara pasar sebenarnya stabil, terutama pangsa pasar kami, karena Mercedes-Benz masih yang paling banyak penjualannya di Indonesia,” ungkap Deputy Director Sales Operations & Product Management PT MBDI, Kariyanto Hardjosoemarto, saat ditemui di sela sebuah cara di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/1/2020) lalu. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS