Penjualan Menciut, Nissan Papras Keuntungan 43%

Penjualan Menciut, Nissan Papras Keuntungan 43%
Ilustrasi, proses produksi mobil Nissan - dok.Reuters via Top10news

Yokohama, Motoris – Nissan Motor Company kembali memangkas prediksi laba operasional tahun fiskal 2019/2020 yang bakal berakhir Maret nanti. Keuntungan operasional itu dipapras hingga 43% menyusul ambrolnya pendapatan bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun fiskal ( April – Desember 2019).

Pernyataan resmi perusahaan otomotif terbesar kedua di Jepang yang dilansir laman Just-Auto, Kamis (13/2/2020) itu meyebut, di rentang waktu itu, pendapatan bersih ambrol hingga 88% dibanding periode sama di tahu fiskal sebelumnya. Pendapatan bersih tercatat hanya senilai 39,3 miliar yen.

Longsornya pendapatan dikarenakan menciutnya jumlah penjualan mobil Nissan di pasar global. Tercatat, merek ini hanya menjual sebanyak 3,7 juta unit atau mengkerut 8,1% dibanding April – Desember tahun 2018 lalu.

“Perusahaan berharap penjualan hingga akhir tahun fiskal 2019/2020 yang berakhir pada pengujung Maret nanti, penjualan bisa mencapai 5,3 juta unit. Turun 3,3% dri yang diperkirakan semula pada November tahun 2019 lalu,” bunyi pernyataan pabrikan.

Ilustrasi, Nissan Motor Company – dok. Reuters via BusinessLive

Sementara laman resmi bursa saham Nasdaq, Kamis (13/2/2020) menyebut laba bersih Nissan Grup sepanjang tahun fiskal 2018/2019 yang berakhir 31 Maret 2019 lalu masih mencapai 316,7 miliar yen.

“Sebenarnya, kami telah membuat kemajuan, tetapi volume penjualan yang lemah sehingga mengharuskan kami melakukan lebih banyak restrukturisasi dari apa-apa yang telah direncanakan,” papar Chief Executive Officer Nissan, Makoto Uchida, tanpa menjelaskan langkah restrukrisasi yang akan dilakukan seperti dikutip Reuters.

Penjualan Nissan di Amerika Serikat yang merupakan pasar mobil terbesar kedua di dunia ambles hingga 18%. Sedangkan di Cina yang merupakan pasar terbesar nomor satu menciut 0,6%.

Ilustrasi, mobil Nissan Juke – dok.TeleTrader.com

Sebelumnya, dalam pernyataan resmi, Rabu (12/2/2020), Nissan mengatakan telah mengajukan gugatan perdata terhadap mantan Chairman perusahaan Carlos Ghosn, berupa ganti rugi 10 miliar yen atas manipulasi dan korupsi yang dilakukan pria itu. Besaran ganti rugi itu, sebut Nissan, dihitung berdasar biaya yang telah dikeluarkan perusahaan bagi kegiatan Ghosn yang tidak sesuai aturan perusahaan dan praktik korupsi yang dilakukannya selama bertahun-tahun. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This