GM Cabut dari Thailand, Ekspor Wuling Almaz RI Aman?

GM Cabut dari Thailand, Ekspor Wuling Almaz RI Aman?
Chevrolet Captiva terbaru yang menggunakan platform i Wuling Almaz - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Setelah menyatakan bakal menghentikan penjualan di Indonesia mulai Maret nanti, kini perusahaan induk Chevrolet – General Motors (GM) – secara resmi menyatakan juga akan mengakhiri penjualannya di Thailand pada akhir tahun 2020 nanti. Bahkan, pabrikan asal Michigan, Amerika Serikat, itu tengah berusaha melego pabriknya yang ada di Negeri Gajah Putih itu ke pabrikan asal Cina, Great Wall.

Mencermati langkah GM di Thailand tersebut menarik. Pasalnya, langkah itu juga memiliki keterkaitan dengan Indonesia, terutama dalam urusan ekspor. PT SGMW Indonesia atau Wuling Motors Indonesia, tercatat sebagai pabrikan yang mengkespor SUV Almaz ke Thailand atas permintaan GM setempat, dengan logo Chevrolet Captiva.

Presiden Direktur Wuling Motors Indonesia, Xu Feiyun, pada saat seremoni peresmian ekspor perdana Wuling Almaz ke sejumlah negara, di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019) menyatakan SUV Wuling Almaz diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Dan ekspor ke Thailand dengan logo dan nama Chevrolet Captiva, hingga akhir tahun 2019 ditetapkan sebanyak 2.600 unit.

Lantas bagaimana dengan kelanjutan ekspor Wuling Almaz itu ke negara tetangga itu pasca pengumuman resmi GM itu? “Untuk ekspor tentunya mengikuti dengan kebutuhan dari masing masing negara. Kami masih menunggu informasi dari sana untuk rencana ke depannya,” tutur Media Relation Wuling Motors Indonesia, Brian Gomgom, saat dihubungi Motoris via pesan elektronik, Jumat (21/2/2020).

Wuling Almaz 7 kursi penumpang – dok.Motoris

Sebelumnya, Bangkok Post dan The National, Kamis (20/2/2020) melaporkan diler Chevrolet di Thailand mengobral diskon untuk menghabiskan stok mobil yang mereka miliki. Salah satu mobil yang harusnya dipangkas untuk diobral itu adalah Chevrolet Captiva.

GM Thailand dalam pengumuman resmi yang dilansir di situs resmi perusahaan, Senin (17/2/2020) menyatakan akan menyetop penjualan Chevrolet mulai akhir tahun ini. Keputusan itu disebut sebagai bagian strategi global GM.

Direktur Strategic Markets, Alliances, and Distributors GM, Andy Dunstan mengatakan mundurnya Chevrolet dari Thailand ditetapkan setelah perusahaan memutuskan untuk menutup pabrik perakitan mobil serta mesin di Rayong pada akhir tahun ini juga. Dia menyatakan, GM mencoba mencari opsi-opsi lain untuk mempertahankan aktivitas penjualan di Thailand setelah itu.

Meski diakuinya, akan sulit bagi Chevrolet untuk berkompetisi di pasar Thailand tanpa dukungan fasilitas produksi.
“GM menyadari efek dari keputusan-keputusan ini pada para konsumen maupun mitra kami,” ucap dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This