Penjualan Wuling dan DFSK, Terus Merangkak Naik

Penjualan Wuling dan DFSK, Terus Merangkak Naik
Ilustrasi, tes drive mobil di pameran - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski volume penjualannya belum sebanyak merek-merek asal Jepang – terutama lima besar – namun, tren penjualan mobil merek asal Cina yakni Wuling dan Dongfeng Sokon (DFSK) terus berada di tren positif. Bukan semata-mata karena bertambahnya varian produk saja yang mendorong pertambahan penjualan, tetapi juga brand awareness terhadap produk.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan penjualan mobil yang dijajakan oleh PT Wuling Motors Indonesia ke diler (wholesales) sepanjang tahun 2019 kemarin tercatat sebanyak 22.343 unit. Sedangkan penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 21.122 unit.

Distribusi ke diler sebanyak itu naik signifikan dibanding penjualan selama tahun 2018 yang sebanyak 17.020 unit, dengan ritel 15.162 unit. Sedangkan sepanjang tahun 2017 – sejak beroperasi pada Juli 2017 – Wuling membukukan penjualan ke diler sebanyak 5.050 unit.

Hingga saat ini, merek berlambang lima berlian itu menjajakan SUV Wuling Almaz, MPV Medium Cortez, Low MPV Confero, dan kendaraan komersial (dalam rupa minibus dan blind van) Formo. Wuling berhasil mencuil 2,2% pangsa pasar di tahun 2019 lalu, dan berhasil bercokol di urutan ke-9 dalam 10 besar merek di Indonesia di atas Nissan.

Ilustrasi, Wuling Confero S ACT – dok.Motoris

“Merek apapun, kuncinya untuk menarik minat konsumen di kita (Indonesia) itu kualitas produk, harga yang masuk dalam kemampuan konsumen, dan jaminan layanan purna jual. Itu kunci utamanya. Kalau enggak, bakal sulit bersaing,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat ditanya soal peluang merek-merek non Jepang di Indonesia, belum lama ini.

Tetapi tak hanya Wuling  – merek non Jepang – yang mulai merangkak naik dalam penjualan. Merek asal Cina lainnya – DFSK – yang dipasarkan PT Sokonindo Automobile juga menorehkan tren senada.

Varian SUV Glory 508, andalan Sokon Automobile di Indonesia – dok.Motoris.id

Tercatat, sepanjang 2019 kemarin merek ini membukukan penjualan sebanyak 3.857 unit. Jumlah itu terdiri dari SUV Glory 580 sebanyak 540 unit, SUV DFSK Glory 560 sebanyak 1.275 unit, pikap Super Cab 2.052 unit. Sementara penjualan ritelnya terdiri dari SUV Glory 580 sebanyak 575 unit, Glory 560 yang laku 1.061 unit,dan Super Cab yang terjual sebanyak 1.624 unit.

Angka penjualan sepanjang tahun 2019 itu naik signfikan dibanding sepanjang tahun 2018 yang sebanyak 1.222 unit. Kenaikan penjualan terbesar di tahun 2019 dibukukan oleh pikap Super Cab yang naik 67% dibanding tahun 2018, sehingga menjadi 2.042 unit.

Pikap DFSK Super Cab, kendaraan komersial yang dirakit Sokon Automible di Serang, Banten – dok.Motoris

Di tahun 2020 ini, DFSK mengaku bakal menggelontorkan model kendaraan komersial anyar selain pikap. “Untuk (pikap) Super Cab kita belum ada rencana (pembaruan atau meluncurkan model) yang baru. Tetapi, tahun ini memang kita punya rencana untuk menambah varian kendaraan komersial. Tetapi untuk jenis dan kapan waktunya (peluncuran) belum bisa kita sampaikan,” ujar Public Relation & Digital Manager Sokonindo Automobile, Arviane D.Bahar, saat dihubungi belum lama ini. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This