Setelah Ambyar, Penjualan Nissan Melonjak Signifikan

Setelah Ambyar, Penjualan Nissan Melonjak Signifikan
Ilustrasi, salah satu produk Nissan di Indonesia, yakni Nissan New Livina - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun 2019 lalu, dan bahkan di Januari tahun ini, diam-diam penjualan mobil Nissan yang dijajakan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menggeliat, dan bertumbuh signifikan. Setelah pada tahun 2018 ambrol, tahun 2019 dan mengawali tahun ini dengaan pertumbuhan yang lumayan.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di sepanjang tahun 2019 mobil Nissan (tidak termasuk Datsun) terjual ke diler (wholesales) sebanyak 12.302 unit. Sedangkan penjualannya ke konsumen (ritel) tercatat sebanyak 12.570 unit.

Tentu, angka ini naik sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Fakta berbicara, di rentang tahun 2018, wholesales Nissan hanya 6.885 unit longsor hingga 52,5% dibanding tahun 2017 yang sebanyak 14.488 unit. Sementara penjualan ritelnya ambrol 55,2% dari 15.613 unit menjadi 6.999 unit.

Tak hanya itu. Dengan kinerja penjualan yang ditorehkan, Nissan kembali masuk dalam daftar 10 besar merek terlaris, meski berada di posisi buncit, ke 10. Tahun 2018, merek ini terdepak dari daftar itu dan digeser oleh merek asal Cina, Wuling.

Nissan X-Trail facelift -dok.Motoris

“Sepanjang Januari 2020 secara year on year (dibanding Januari 2029), penjualan (wholesales) Nissan naik 51%. Jika di Januari 2019 penjualan (wholesales) masih sebanyak 387 unit, pada Januari 2020 lalu, penjualan (wholesales) yang dibukukan sebanyak 585 unit,” tulis perusahaan sekuritas Trimegah dalam laporan risetnya belum lama ini.

Meski, jika dibanding penjualan ke diler sepanjang bulan Desember 2019, wholesales pada Januari itu kempis tipis 1%. Karena di bulan pamungkas 2019, Nissan masih membukukan penjualan sebanyak 589 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This