Produksi Toyota Terancam Seret Karena Corona,TMMIN Cek Pemasok

Produksi Toyota Terancam Seret Karena Corona,TMMIN Cek Pemasok
Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik Toyota - dok.Kyodo News

Jakarta, Motoris – Toyota Motor Corporation (Toyota) mengakui ada kemungkinan pihaknya mengalami masalah pasokan komponen, sehingga produksi juga terancam terganggu. Pasalnya, 16 pabrik komponen miliknya yang berada di Jepang berpotensi menghadapi gangguan pasokan bahan dari Cina setelah merebaknya wabah virus Corona.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (27/2/2020) Juru Bicara Toyota mengatakan, potensi tersendatnya pasokan komponen bakal terasa dalam beberapa pekan mendatang. “Karena kami menerima suku cadang dari Cina (untuk 16 pabrik) seperti biasa untuk saat ini. Tetapi kami akan menilai situasinya setelah 2 Maret,” papar dia.

Saat ini, 16 pabrik komponen milik Toyota yang berada di Jepang itu masih beroperasi seperti biasa. Namun, kondisi akan dievaluasi pada 2 Maret nanti, dan langkah penanganannya akan diputuskan pada 9 Maret.

Jika pabrik Toyota terganggu aktifitasnya, dipastikan memiliki dampak yang cukup besar ke pasar otomotif global.

Maklum, sebagian besar mobil Toyota yang digelontorkan ke pasar dunia dibuat di Jepang. Tercatat, dari 10,7 juta mobil yang dijual secara global sepanjang tahun 2019 kemarin dibuat oleh pabrik Toyota yang berada di negara itu.

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono (kiri, berbaju batik biru) bersama Direktur Administarsi Korporasi dan Komunikasi Eksternal TMIN Bob Azam (kanan) – dok.Motoris

Sementara itu, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, yang dihubungi Motoris, Kamis (27/2/2020) mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengecekan terhadap para pemasok komponen ke TMMIN.

“Karena ada beberapa supplier kita yang komponennya dari sana (Cina). Kita sedang cek supply ability-nya (kemampuan pasokannya). Apa ada alternatifnya,” kata dia.

Menurut Bob, pemasok-pemasok yang dicek kemampuannya itu merupakan pemasok tier satu alias pemasok komponen penting dari produk yang dihasilkan. “Soal berapa jumlah komponennya, enggak bisa dideteksi, karena ada ribuan part utama serta komponen-komponennya,” jelas dia.

Namun, Bob memastikan hingga kini kegiatan produksi di pabrik TMMIN masih seperti biasa. Jumlah mobil maupun kapasitas produksi yang terpakai pun masih seperti sediakala kala, tidak berkurang. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS