Meski Penjualan Naik, Pangsa Pasar LCGC Grup Astra Menciut

Meski Penjualan Naik, Pangsa Pasar LCGC Grup Astra Menciut
Ilustrasi, MPV LCGC Daihatsu Sigra - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari tahun ini, merek-merek mobil yang berada di bawah payung Grup Astra – yaitu Toyota yang dipasarkan PT Toyota Astra Motor dan Daihatsu oleh PT Astra Daihatsu Motor – membukukan penjualan mobil kategori Low Cost Green Car (LCGC) sebanyak 12.083 unit. Jumlah ini naik dibanding penjualan pada Januari 2019 yang masih sebanyak 11.540 unit.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, jumlah penjualan (wholesales) LCGC Grup Astra – yang dibukukan Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla – sepanjang Januari 2020 itu naik 5%. Namun, dilihat dari pangsa pasar pasar yang direbut, ternyata menciut, yakni dari 51,5% di Januari 2019 menjadi 50,4% di Januari tahun ini.

Sementara, jumlah total penjualan LCGC yang dijajakan semua merek – Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Datsun – di bulan pertama itu tercatat naik tipis 0,55% dibanding Januari tahun 2019. Jumlahnya dari 16.962 unit menjadi 17.056 unit.

Ilustrasi, Toyota New Calya – dok.Motoris

Soal kenaikan penjualan LCGC itu, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, menyebut sebagai bukti bahwa mobil jenis itu masih dibutuhkan oleh masyarakat. Meski di tengah kelesuan pasar kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Tanah Air, sekali pun.

“Karena kalau kita lihat, kebutuhan ini selain untuk memenuhi kebutuhan pribadi juga untuk kegiatan yang bersifat ekonomi. Sebagai armada taksi konvensional, atau taksi online dan lain-lain,” ujar Anton yang dihubungi, Jumat (27/2/2020).

Bahkan, potensi pasar kendaraan yang diklaim sebagai mobil ramah lingkungan dengan harga terjangkau itu juga masih besar. Sebab, lanjut Anton, dilihat dari profil pembeli yakni kelompok masyarakat yang baru pertama kali membeli mobil (first buyer), jumlahnya di Tanah Air yang terbesar dari total konsumen mobil.

LCGC Honda Brio Satya yang ditawarkan dengan uang muka kredit sebesar Rp 15 Juta di sebuah pusat perbelanjaan di Bintaro, Jakarta Selatan – dok.Motoris

“Rasio kepemilikan mobil di kita (Indonesia) masih rendah dibanding negara-negara tetangga. Artinya, masih ada potensi besar. Tinggal bagaimana program-program penjualan dan kondisi ekonomi mendukung pembelian oleh kelompak konsumen ini,” imbuh dia.

Sekadar catatan, sepanjang tahun 2019 lalu, LCGC yang paling banyak terjual adalah Honda Brio Satya yakni sebanyak 54.861 unit. Berada di belakangnya terdapat Toyota Calya yang terjual 54.549 unit, kemudian Daihatsu Sigra 52.283 unit dan Agya 25.082 unit. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This