Soal Penjualan Xpander Cross, Ini Kata Toyota

Soal Penjualan Xpander Cross, Ini Kata Toyota
Xpander Cross - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari 2020, crossover Mitsubishi Xpander Cross – yang oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dipossikan di antara Low MPV dan Low SUV – telah membukukan penjualan ke diler (wholesales) sebanyak 2.344 unit. Dia bertengger di urutan kedua setelah Toyota Rush yang di bulan itu membukukan penjualan sebanyak 4.499 unit.

Melihat fakta ini, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menyebut, dalam konteks industri – khususnya pasar Low SUV – tentu kehadiran Xpander Cross tersebut positif. Pasalnya, masyarakat konsumen mendapatkan alterntif pilihan yang semakin banyak.

Kedua, secara teori, pasar segmen ini juga semakin membesar. Alhasil, volume pangsa pasar pun semakin mengembung. “(Mitsubishi) Xpander Cross bisa saja menambah market (volume pasar). Tetapi, kami sedang memonitor apakah (dengan kehadiran Xpander Cross itu) total (penjualan) Xpander juga betambah atau tidak,” tutur dia saat dihubungi Motoris saat ditanya pengaruh kehadiran crossover itu bagi Toyota, Selasa (3/3/2020).

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari lalu Mitsubishi Xpander terjual ke diler sebanyak 4.996 unit. Jumlah ini mengkerut dibanding penjualan Desember 2019 yang sebanyak 5.319 unit.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander saat dipmaerkan di GIIAS 2019. – dok.Motoris

Jumlah penjualan Januari 2020 ini juga jauh lebih sedikit dibanding dengan penjualan yang dibukukan pada Januari 2019. Saat itu Xpander mengantongi angka wholesales sebanyak 5.565 unit.

Mungkin yang dimaksud Anton, sebagai bagian dari varian Xpander – dan seperti diungkap MMKSI bahwa Xpander Cross merupakan varian tertinggi dari Xpander – pembeli Xpander Cross yang ada saat ini sejatinya juga calon pembeli Xpander. Dengan bahasa yang lebih benderang, ada kanibalisme di internal Xpander.

Hanya, Anton tak bersedia mengomentari dugaan seperti itu. Dia hanya memastikan, pihaknya mencermati pasar, termasuk gerak-gerik pesaing, terutama dalam konteks Xpander Cross dan Xpander terkait penjualan di segmen Low MPV dan Low SUV.

Sama-sama menyusut
Fakta berbicara. Data yang dihimpun Gaikindo menunjukan, sepanjang Januari lalu penjualan ke diler (wholesales) Toyota maupun Mitsubishi Indonesia sama-sama menyusut.

Secara tahunan – yakni perbandingan Januari 2020 dengan Januari 2019 – penjualan Toyota susut 3,7% yakni dari 25.090 unit menjadi 24.151 unit. Sedangkan di saat yang sama, penjualan Mitsubishi yang dibukukan PT MMKSI ambrol 25%, yakni dari 16.383 unit menjadi 12.295 unit.

Pada bulan pertama itu, di segmen Low MPV, Toyota Avanza (termasuk Transmover) terjual sebanyak 6.600 unit atau naik dibanding bulan Desember 2019 yang masih sebanyak 5.645 unit. Adapun Mitsubishi Xpander menciut dari 5.319 unit pada Januari 2019 menjadi 4.996 unit di Januari 2020.

Penjualan Toyota Avanza yang merupakan kembaran Daihatsu Xenia jauh lebih banyak – dok.PT TAM

Sekadar pengingat, saat ditemui di sela peluncuran Mitsubishi Xpander Cross di Jakarta, pada 12 November 2019, Director of Sales and Marketing Division MMKSI, Irwan Kuncoro menambahkan, Xpander Cross diposisikan berada di antara Small MPV dan Low MPV.

Dengan posisi seperti itu, lanjut Irwan, diharapkan Xpander Cross bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Penjualan Xpander rata-rata 5.500 unit per bulan. Dengan adanya varian Xpander Cross, harapannya penjualan Xpander di Indonesia bisa meningkat sampai 6.500 hingga 7.000 unit per bulan,” ujar Irwan. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS