Penjualan Alat Berat Diprediksi Kembali Ambles

Penjualan Alat Berat Diprediksi Kembali Ambles
Ilustrasi, Motor Grader Komatsu - dok.Equipment World

Jakarta, Motoris – Industri alat berat yang tediri dari kendaraan dumptruck, excavator, wheel loader, serta bulldozer yang sepanjang tahun lalu permintaannya merosot, diperkirakan tahun ini kembali ambles. Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab, salah satunya karena lunglainya sektor pertambangan.

Ketua Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), Jamaluddin menyebut, tahun 2019 lalu produksi alat berat (dan terjual) hanya 6.060 unit. Jumlah ini ambles cukup dalam jika dibanding tahun 2018 yang masih sebanyak 7.981 unit.

Jumlah alat berat yang terjual sepanjang tahun 2019 itu terdiri dari 5.526 unit hydraulic excavator, 424 unit bulldozer, 59 unit dump truck, dan 51 unit motor grader. “Kondisi sektor pertambangan tahun 2019 lalu menurun. Salah satu alasannya karena harga coal low kalori yang rendah,” ungkap Jamaluddin kepada Motoris, di Jakarta, Jumat (13/3).

Tahun ini, lanjut dia, tekanan terhadap pasar alat berat masih akan terjadi karena kondisi sektr pertambangan yang masih belum berangsur pulih. Terlebih, tahun ini wabah virus corona yang juga menjangkiti Indonesia, juga menjadi beban tersendiri.

Excavator Kobelco – dok.Dredging Today

“Awal tahun ini sudah terasa sulit,” kata dia.

Dia memperkirakan penjualan tahun ini kembali terperosok. Bahkan hingga 7%. Sehingga, sampai tutup tahun 2020 nanti, produksi (penjualan) alat berat diperkirakan hanya mencapai kurang lebih 5.635 unit .

Target United Tractors
PT United Tractors Tbk (UNTR) yang salah satu lini usahanya bergerak di penjualan alat berat juga tak optimis di tahun 2020. Tahun ini, anak usaha Grup Astra tersebut menargetkan penjualan alat berat Komatsu sekitar 2.900 unit.

Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K.Loebis, menjelaskan target yang dipasang tahun ini sama dengan target penjualan tahun lalu. “Dari sisi operasional target yang dipasang tahun ini sama dengan target penjualan tahun lalu,” kata Sara saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Hydraulic Excavaror Komatsu – dok.EXXA

Laporan kinerja perseroan hingga akhir bulan September 2019 atau hingga kuartal ketiga 2019 menunjukan volume penjualan alat berat Komatsu tercatat sebanyak 2.568 unit atau turun 30% dibanding penjualan periode yang sama tahun 2018. Penurunan penjualan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan.

“Dari total penjualan alat berat tersebut, sebanyak 43% dialokasikan kesektor pertambangan, 29% kesektor konstruksi, 15% ke sektor kehutanan, dan sisanya 13% ke sektor perkebunan,” bunyi laporan tersebut. (Chr/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This