Di Tengah Isu Corona, Permintaan Mobkas Agya Cs Naik

Di Tengah Isu Corona, Permintaan Mobkas Agya Cs Naik
Ilustrasi, Honda Brio Satya - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Merebaknya wabah virus corona yang juga terjadi di Indonesia membuat masyarakat melakukan antisipasi kemungkinan paparannya di mana saja dan kapan saja, termasuk di transportasi umum. Tak sedikit anggota masyarakat yang memilih membeli mobil bekas (mobkas) sebagai sarana mobilitas demi keamanan dan kenyamanan.

Seperti diungkap Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta, Herjanto Kosasih, salah satu pilihan mobkas yang banyak dibeli masyarakat adalah mobil kecil alias city car.

“Mungkin sebagai mobil tambahan atau bahka mobil pertama, banyak citycar terutama kategori LCGC (mobil urah ramah lingkungan) yang dipilih. Tetapi yang pasti, harganya lebih terjangkau dan mesin kecil sehingga irit bahan bakar. Itu kalau kita tanya teman-teman pedagang di sini (WTC Mangga Dua) soal alasan pembeli,” papar dia saat dihubungi Motoris, Minggu (15/3/2020).

Diantara mobil kecil yang banyak diminta konsumen di WTC adalah Honda Brio Satya, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla. Namun, merek non LCGC seperti Kia Picanto juga ada yang meminati.

Ilustrasi, LCGC Toyota Agya,- dok.Motoris

“Kalau dilihat dari trennya, peningkatan permintaan citycar ini naik sekitar 12 – 15% lah. Dan umunya, masih lumayan baru barang yang tersedia di sini. Rata-rata tahunnnya kan 2015 – 2016. Bahkan tahun 2017 juga banyak. Haragnya sekitar Rp 70 – 90-an juta. Tetapi ada juga yang Rp 100 – 120 jutaan, itu Honda Brio yang masih relatif baru, akhir (tahun) 2017,” terang pria yang akrab disapa Heri itu.

Pimpinan showroom Bintang Karoma Motor – showroom mobkas di Ciondoh, Tangerang – Maman Faturochman mengakui sirkulasi penjualan citycar LCGC sejak tiga bulan terakhir memang relatif lebih cepat dari bulan-bulan sebelumnya. “Sekarang seminggu kita dapat, kita pajang sudah ada yang nawar. Ya maksimal dua minggu lah rata-rata. Tapi, apa itu karena faktor isu corona atau mau buat lebaran, kita enggak tahu,” ucap dia saat dihubungi Motoris, Minggu (15/3/2020).

Hanya, lanjut Maman, pasokan barang citycar LCGC saat ini memang terbilang lebih lancar. Banyak pemilik lCGC – terutama yang hatchback city car seperti Honda Brio, Agya, Ayla, dan lainnya – yang menjual mobilnya.

Ilustrasi, Daihatsu Ayla – dok.Istimewa

“Kalau permintaan yag paling banyak itu tetap Toyota Agya. Kedua Honda Brio. Harga untuk tahun 2005 – 2016, rata-rata dari semua merek itu Rp 70 – 90-an juta. Itu rentang kisaran harga ya,” ucap dia.

Namun, seperti halnya Herjanto, Maman menyebut Low MPV Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga masih yang terbanyak permintaannya. Menurut Herjanto, baik pasokan, penjualan, hingga peminat mobkas Low MPV merek-merek itu masih yang terbanyak.

“Dari penjualan kita setiap bulan 2.300 – 2.400 unit, sekitar 30% masih MPV kecil (Low MPV) itu. Tetapi, untuk pasar secara keseluruhan di banding tahun lalu memang belum ada lonjakan permintaan menjelang lebaran ini. Meskipun permintaan jenis city car ini naik.  Kalau untuk mobkas LCGC yang terlaris masih Calya dan Sigra. Dari total penjuaan mobkas LCGC keduanya masih 60%-an,” ujar Herjanto.

Fakta yang sama juga diungkapkan Maman Faturochman. Dia menyebut tak hanya ditempatnya saja, Calya dan Sigra banyak diminati pembeli. “Ya karena orang kita itu sukanya yang tujuh penumpang, MPV. Kebetulan, di LCGC ada MPV-nya (Calya dan Sigra). Sehingga, keinginan konsumen terpenuhi. Apalagi, harganya juga terjangkau isi kantong. Kalau porsi penjualannya ya setelah MPV kecil (Avanza, Xenia, Ertiga, Mobilio, Xpander), sekitar  50- 60% lah. Sekitar 30% lebih LCGC, dan di LCGC ini Calya sama Sigra penjualannya sampai 60%,” terang dia.

Ilustrasi, peluncuran versi anyar atau versi penyegaran LCGC Toyota Calya – dok.Motoris

Sedangkan porsi pejualan Low MPV yang lebih besar terjadi di showroom umum, termasuk di Bintang Karoma Motor. “Masih yang terbanyak Avanza, Xenia, Ertiga, Mobilio. Ya sekitar 60 – 65% lah. Kalau (Mitsubishi) Xpander masih belum banyak. Karena pasokan barang (bekasnya) juga relatif jarang,” imbuh Maman. (Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS