Produksi Mobil Dunia Anjlok 1,4 Juta, Bagaimana di Indonesia?

Produksi Mobil Dunia Anjlok 1,4 Juta, Bagaimana di Indonesia?
Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik General Motors - dok.Forbes

Jakarta, Motoris – Wabah virus corona (Covid-19) yang mendera sejak Desember 2019 lalu hingga kini, telah menyebabkan sejumlah produsen mobil di dunia menghentikan sementara proses produksi mereka. Meski waktu penghentian beragam ( dalam waktu lama hingga singkat), namun yang pasti, telah mengurangi jumlah produksi.

Laporan lembaga riset dan penyedia data industri global yang berbasis di London, Inggris – IHS Markit – seperti dilansir laman resmi Ihsmarkit, Jumat (20/3/2020) lalu menyebut, tak kurang dari 1,4 juta mobil yang semestinya diproduksi pabrikan-pabrikan otomotif dunia tak terwujud. Mobil-mobil tersebut tak terwujud karena pabrikan meliburkan dan menutup sementara pabrik mereka.

“Dalam beberapa kasus, libur produksi yang dilakukan pabrikan total hampir tiga pekan, dan akan menciptakan krisis arus kas langsung bagi industri otomotif karena kehilangan produksi kendaraan,” bunyi laporan itu.

Di Eropa, kegiatan produksi mobil telah ditutup selama rata-rata 13 hari kerja, sehingga mengakibatkan jumlah produksi susut lebih dari 880.000 unit kendaraan. Sementara di wilayah Amerika Utara jumlah produksi berkurang hingga 480.000 unit.

Sedangkan di wilayah Amerika Selatan – yakni di Brasil dan Argentina – jumlah produksi terpangkas hingga 80.000 unit. Adapun di Cina – yang merupakan pasar terbesar mobil di dunia – seperti dilaporkan Reuters, Kamis (19/3/2020) hingga pertengahan Maret kemarin penjualan mobil penumpang ambrol hingga hampir 50%.

Ilustrasi, produksi mobil di pabrik Nissan yang berada di Sunder;and, Inggris – dok.Evening Standard

Menurut China Passanger Cars Association (CPCA) di rentang waktu itu penjualan mobil di Negeri Panda itu ambrol hingga 47%. “Meski kegiatan masyarakat didirong untuk kembali normal di sejumlah wilayah, namun kepercayaan konsumen terhadap pembelian mobil kemungkinan tidak akan kembali normal sebelum akhir Maret,” bunyi pernyataan CPCA.

Sebelumnya, Asosiasi Produsen Mobil Cina (CAAM) mencatat penjualan pada Februari di hanya 310.000 unit. “Penjualan mobil di China pada Februari kembali ke level yang tidak terlihat sejak 2005,” ujar pejabat senior CAAM, Chen Shihua.

Lembaga investasi glonal yang berbasis di Toronto, Kanada, RBC Capitals memperkirakan produksi mobil dunia di tahun ini ambrol hingga 20%. Longsornya jumlah produksi juga diikuti oleh susutnya penjualan kendaraan itu di berbagai belahan dunia, termasuk yang terbanyak di kawasan Asia.

Lantas, bagaimana debgan produksi mobil di Indonesia? Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menyebut hingga kini organisasinya belum mendengar ada penyusutan produksi dari anggota.

Ilustras pameran mobil GIIAS 2019- dok.Motoris

“Sampai saat ini belum ada laporan yang menyatakan penghentian proses produksi. Tetapi, soal produksi ini memang masing-masing industri (merek) yang memutuskan sendiri. Dan memang, penjualan mobil di kita sejak tahun lalu kan sudah sedikit menurun,” papar dia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Namun, yang pasti, data Gaikindo menunjukan penjualan mobil ke diler (wholesales) secara kumulatif dari Januari hingga Februari tahun ini tercatat sebanyak 159.997 unit. Jumlah ini susut 2,4% dibanding rentang waktu sama tahun 2019 lalu yang sebanyak 163.964 unit.

Sedangkan penjualan ke konsumen (ritel) ambles 5,7% yakni dari 168.530 unit menjadi 158.898 unit. (Fat/Ara).

 

CATEGORIES
TAGS
Share This