VW Tekor Nyaris Rp 36 Triliun Per Minggu, Ini Sebabnya

VW Tekor Nyaris Rp 36 Triliun Per Minggu, Ini Sebabnya
Emblem Volkswagen - dok.Newsweek

Wolfsburg, Motoris – Pabrikan otomotif kondang asal Jerman – Volkswagen AG – menanggung derita yang dalam sejak wabah virus corona (covid-19) mendera dunia, karena penjualan produknya jeblos dan sejumlah pabriknya harus ditutup. Akibatnya, pabrikan bermarkas di Wolfsburg, Jerman, ini saban pekannya “membakar uang” alias tekor hingga 2 miliar euro atau sekitar Rp 35,84 triliun (berdasar kurs tengah Bank Indonesia, kurs saat ini 1 euro = Rp 17.920 ).

Seperti dilaporkan Reuters dan Euronews Jumat (28/3/2020), informasi itu diungkap langsung oleh Chief Executive VW AG, Herbert Diess saat diwawancarai stasiun televisi Jerman, ZDF. Menurut dia, saat ini VW memiliki karyawan hingga 671.000 orang di seluruh dunia, dan sejak pandemi corona mendera mereka tak melakukan penjualan, kecuali di Cina dan beberapa wilayah di luar Eropa.

“Karena itu, kami harus memikirkan ulang soal produksi. Disiplin yang diterapkan di pabrik yang berada di Cina belum dimiliki di (pabrik) Jerman. Padahal, jika kami bisa (menerapkan disiplin) seperti di Cina, Korea, atau negara asia lain, kami punya kesempatan melewati krisis ini tanpa ada yang kehilangan pekerjaan. Itu membutuhkan intervensi yang sangat besar,,” papar dia.

Diess mengatakan, permintaan di Cina meningkat lagi, begitu negara itu dinyatakan telah pulih dari wabah. Namun sayang, produksi hanya setengah dari tingkat sebelum krisis.

Ilustrasi, VW Touareg, versi PHEV-nya bakal diluncurkan di ajang Geneva Motor Show 2020 yang berlangsung Maret nanti – dok.Carscoops

Volkswagen group yang tahun lalu tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan terbanyak di dunia, saat ini memiliki 124 pabrik di seluruh dunia. Dari jumlah itu 72 di antaranya berada di Eropa dan dari jumlah itu, yang berada di Jerman sebanyak 28 pabrik. Sementara, sejak awal Maret produksi di Eropa ditangguhkan menyusul pandemi corona.

Kini, lanjut Diess, pihaknya tengah mencari cara untuk melanjutkan produksi, salah satunya dengan cara antar pekerja menjaga jarak satu dengan lainnya. Selain itu meningkatkan kebersihan dan disinfektan.

Hingga kini, penjualan VW di seluruh dunia, ambrol hingga 40%. “Kami tidak dapat melakukan penjualan atau meraup pendapatan di luar Cina. Sehingga harus menutup biaya yang tinggi tinggi, sekitar 2 miliar euro (sekitar Rp 35,84 triliun) per minggu,” imbuh dia. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This