Ekspor Mobil Indonesia Terjegal Virus Corona

Ekspor Mobil Indonesia Terjegal Virus Corona
Ilustrasi, Pikap Isuzu Traga yang juga diekspor ke Filipina- dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Kalangan industri otomotif Indonesia mengkhawatirkan kinerja ekspor kendaraan bermotor roda empat dari Tanah Air ke sejumlah negara tujuan, bakal merosot di tahun ini. Pasalnya, kegiatan maupun pertumbuhan ekonomi negara-negara tujuan ekspor juga terdampak pandemi virus yang mematikan itu.

“Covid-19 (wabah virus corona) kan terjadi di hampir 200 negara di dunia. Jadi, apakah penjualan kendaraan di masing-masing negara juga akan naik? Laporan yang ada selama ini banyak negara melakukan lockdown, termasuk negara-negara tujuan ekspor kita. Tentu, hingga saat ini ekspor kita juga terpengaruh. Sampai kapan, tentu kita juga berharap pulih secepatnya, tetapi kan itu juga tergantung kondisi negara tujuan ekspor kan,” papar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Namun, seberapa besar dampak wabah virus ini terhadap penurunan jumlah ekspor, Jongkie mengaku tak ingin berspekulasi soal jumlah. Meski, dia meyakini agen pemegang merek di negara tujuan ekspor juga berupaya agar penjualan kendaraan yang diimpornya juga segera kembali berjalan.

Ilustrasi, Toyota New Agya, salah satu mobil yang juga diekspor oleh Toyota Indonesia – dok.Istimewa

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (PT IAMI) Ernando Demily yang dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (2/4/2020) bahkan mengaku telah menghentikan kegiatan ekspor produknya ke Filipina. “Iya, ekspor untuk sementara berhenti dulu. Karena Filipina yang merupakan salah satu tujuan ekspr kami juga menerapkan kebijakan lockdown,” ujar dia.

Isuzu Indonesia, lanjut Ernando, tahun ini mematok target ekspor sebanyak 6.000 unit mobil jenis pikap ke Filipina. Selain itu, beberapa negara di kawasan Asia Timur, Timur Tengah dan Afrika juga dibidik sebagai target sasaran.

“Tapi, kondisi wabah ini kan global ya. Tentu, kita juga tergantung pada kondsi masing-masing negara. Kan tidak bisa sepihak kan,” tutur Ernando.

Ilustrasi, Pikap Suzuki New Carry, juga diekspor ke beerapa negara – dok.PT SIS

Sepanjang tahun 2019 lalu, dalam catatan Gaikindo, ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih dari Indonesia sebanyak 330.000 unit lebih. Kendaraan tersebut dikirim ke kurang lebih 80 negara di dunia oleh sejumlah merek, seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubshi, Isuzu, Hino, Honda, dan lainnya. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This