Melempem, Mazda RI Hadirkan Versi Anyar New CX-3 dan All New CX-9
Mazda CX-3 model 2020 - dok.Mazda

Melempem, Mazda RI Hadirkan Versi Anyar New CX-3 dan All New CX-9

Jakarta, Motoris – Di tengah wabah virus corona (Covid-19) PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) yang merupakan agen pemegang merek Mazda di Indonesia menggelontorkan New Mazda CX-3 dan All-New Mazda CX-9 facelift. Masing-masing dibanderol Rp399,9 – 445,8 juta dan Rp 954,9 juta on the road (OTR) DKI Jakarta.

Seperti diungkapkan Managing Director PT EMI Ricky Thio dalam keterangannya, Jumat (3/4/2020), Mazda CX-3 facelift tersebut ditawarkan dalam dua varian yakni Sport dan PRO. Sedangkan, All New Mazda CX-9 hanya satu varian.

“Kami persembahkan satu varian tambahan untuk melengkapi model yang sudah ada. Kami yakin kehadiran All-New Mazda CX-9 dengan sistem penggerak empat-roda, all-wheel drive akan memberikan tambahan pilihan bagi pencinta SUV Premium tersebut,” papar dia dalam keterangan tertulis peluncuran melalui aplikasi digital, di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Ricky menyebut penyegaran dilakukan di bagian eksterior khususnya pada tiga bagian utama yakni penggunaan warna mengkilat (bright) pada pelek, penggunaan warna Piano Black pada pillar garnish di bagian tengah panel pintu kendaraan atau pilar C. Sedangkan khusus di bagian interior New Mazda CX-3 varian PRO, jok mendapatkan lapisan Nappa Leather berwarna Deep Red, dan pengatur tempat duduk pengemudi secara elektris, selain itu ada tambahan auto dimming pada kaca spion bagian dalam.

Mazda CX-3 Facelift – dok.Istimewa

Sementara mesinnya masih sama, yakni Skyactive-G 2.0 berkapasitas 2,0 liter yang bertenaga 149 PS pada 6.000 rpm dengan torsi hingga 195 Nm pada 2.800 rpm. Penyaluran tenaga menggunakan transmisi Skyactive-Drive otomatis 6 tingkat percepatan.

Adapun All-New Mazda CX-9, selain menggunakan sistem penggerak empat-roda juga mendapatkan perangkat sistem hiburan lansiran BOSE® dengan 12-speaker + Sub-woofer. Versi anyar ini juga dilengkapi MZD Connect Infotainment System dengan layar sentuh 9 inci atau lebih besar dari sebelumnya yang hanya 8 inci.

All New Mazda CX-9 juga diberi fitur pembuka bagasi tanpa sentuhan yakni cukup dengan dengan menggerakkan kaki ke bawah bumper belakang. Selain itu ada fitur Auto Hold pada Electric Parking Brake, G-Vectoring Control Plus atau GVC+.

All New Mazda CX-9 facelift – dok.Istimewa

Jok SUV ini dibalut kulit Nappa, di sejumlah bagian interior menggunakan Real Wood Panel. Sedangkan Frame-Less Auto-Dimming Rear View Mirror, menyuguhkan pandangan yang lebih luas bagi pengemudi saat ingin memantau bagian belakang mobil.

Penjualan meleset dari target
Jika EMI tahun ini gencar menambah atau memperbarui amunisi meluncurkan versi anyar Mazda CX-3 dan All New Mazda CX-9, itu bisa dimaklumi. Dua tahun belakangan, penjualannya terbukti meleset dari taget atau bahkan di tahun 2019 lalu melorot dibanding tahun sebelumnya alias masih melempem.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menunjukan penjualan ke diler (wholesales) Mazda Indonesia sepanjang tahun 2019 hanya 4.884 unit (sekitar 80% merupakan SUV). Sedangkan penjualan ke konsumen (ritel) hanya 4.934 unit.

Penjualan tersebut meleset dari target yang dipatok sebelumnya, yakni 7.000 unit. Alih-alih mencapai target, dibanding tahun sebelumnya atau tahun 2018 saja, penjualan itu ambrol. Sebab, seperti yang terungkap di data Gaikindo, wholesales tahun 2018 masih sebanyak 5.657 unit, dan penjualan ritel sebanyak 5.957 unit.

Padajal, penjualan sepanjang tahun 2018 itu juga belum mencapai target yang ditetapkan. Meski selisihnya hanya tipis. Sebab, target penjualan tahun 2018 dipatok 6.000 unit.

Ilutrasi, peluncuran Mazda CX-9 di Indonesia tahun 2018 – dok.Istimewa

“Tahun ini (sepanjang tahun 2018)kita targetkan 700 unit untuk All New CX-9. Tapi kalau secara keseluruhan targetnya sekitar 6000 unit untuk tahun ini,” tutur Presiden PT EMI – saat itu – Roy Arman Arfandy di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Namun, jika penjualan sepanjang 2018 sudah melonjak dibanding penjualan di rentang tahun 2017. Data menunjukan, wholesales Mazda di tahun itu sebanyak 3.861 unit dan ritel 3.833 unit, meleset dari target yang dipatok 5.000 unit.

Melonjaknya penjualan tahun 2018 itu wajar, pasalnya PT EMI baru berperan sebagai distributor mobil Mazda di Indonesia sejak 2 Februari 2017. Dia menggantikan PT Mazda Motors Indonesia (MMI) yang wassalam undur diri  setelah 31 tahun malang melintang di pasar otomotif Tanah Air dengan dukungan 43 diler. (Chr/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )