Honda RI Jujur Akui Penjualannya di Maret Melorot 11%

Honda RI Jujur Akui Penjualannya di Maret Melorot 11%
Ilustrasi, Honda Brio modiikasi di IMX 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang Maret kemarin diperkirakan menurun baik dibanding bulan sebelumnya maupun dibanding bulan yang sama di tahun 2019 karena eampak wabah virus corona (Covid-19). Hingga kini baru PT Honda Prospect Motor (HPM) yang secara jujur dan terus terang mengakui penurunan penjualan itu.

Dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020), Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM Yusak Billy menyatakan pada bulan ketiga itu penjualan Honda tercatat sebanyak 10.657 unit mobil. Jumlah tersebut, lanjut dia, turun 11% dibanding bulan sebelumnya.

“Kontribusi terbesar penjualan di bulan Maret masih berasal dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit,” papar dia.

Honda Brio Satya yang ditawarkan melalui pembelian secara kredit dengan uang muka Rp 15 juta – dok.Motoris

Di urutan berikutnya, kata Billy, ada Honda Mobilio yang terjual sebanyak 745 unit. Kemudian, Honda BR-V yang sebanyak 390 unit dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit.

“Sedangkan Honda Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit. Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord 20 unit dan Honda Civic Type R 2 unit,” ucap dia.

Menurut Billy, dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. Lantaran itu pula, sebut Billy, Honda Indonesia akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai tanggal 13 April 2020.

Tampilan dari sudut kiri belakang Honda BR-V versi baru atau versi facelift- dok.Motoris

“Selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini. Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” imbuh dia. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS