Setelah Sukses Z4 dan Supra, BMW – Toyota Bikin BMW X5 Hidrogen

Setelah Sukses Z4 dan Supra, BMW – Toyota Bikin BMW X5 Hidrogen
Ilustrasi, BMW i atau BMW X5 Hydrogen Fuel Cell - dok.Istimewa

Munchen, Motoris – Setelah mencapai hasil yang gemilang dalam kolaborasi membuat mobil sport kembar – BMW Z4 dan Toyota Supra – kini Bayerische Motoren Werke (BMW) AG dan Toyota Motor Corporation (TMC) kembali merajut jalinan kerjasama untuk membut mobil baru. Namun, kali ini berbeda, karena mobil yang akan mereka produksi adalah mobil bertenaga hidrogen.

Seperti dilaporkan laman Motor1, New Atlas, dan Forbes, belum lama ini, dalam kongsi kali ini, BMW membutuhkan dukungan teknologi Toyota. Itu bisa dimengerti karena Toyota bisa dibilang telah berhasil mengembangkan dan membangun mobil berbahan bakar hidrogen, yakni Toyota Mirai.

Sementara, BMW sejak beberapa waktu lalu juga juga diketahui tengah melangkah kea rah pengembangan kendaraan dengan bahan bakar dari sumber alternatif tersebut. Fakta sejarah mencatat, di hajatan Frankfurt Motor Show yang digelar September 2019 lalu, pabrikan yang didirikan di Munchen, Jerman, pada tahun 1916 itu memamerkan prototipe mobil berbahan bakar hidrogen yang dilabeli sebagai “The i Hydrogen Next”.

BMW i Hydrogen Fuel Cell BMW X5) saat dipamerkan di hajatan Frankfurt Motor Show 2019 – dok.Motor1

Model tersebut berbasis BMW X5. Meski, sejatinya pabrikan itu telah menguji coba BMW Seri 7 dengan bahan bakar hidrogen pada pertengahan tahun 2000 lalu. Bahkan, pabrikan yang didirikan oleh Franz Josef Popp itu melanjutkan upaya yang sama untuk BMW X5 yang akan dijadikan model berbahan bakar hidrogen pertama di jajaran produknya da dites pada tahun 2022 nanti.

“Prototipe BMW X5 yang menggunakan bahan bakar sel atau hidrogen (FCV) semburan tenaganya diharapkan bisa mencapai hingga 374 PS,” tulis sebuah laporan pengembangan mobil BMW itu.

Perlu kolaborasi
Namun, BMW megakui pengembangan mobil berbahan alternatif merupakan keniscayaan. Pasalnya, siapa pun pabrikan di dunia ini dan di manapun mereka berada akan berhadapan dengan fakta sejarah bahwa sistem mobilitas masyarakat akan berubah.

Bukan semata-mata karena peraturan yang didasari alasan demi keselamatan lingkungan dan bumi, tetapi juga didasari fakta riil bahwa sumber bahan bakar fosil telah langka sehingga dicari alternatif. Salah satu, bahan bakar alternatif tersebut adalah hidrogen.

Tampilan belakang BMW i Hydrogen Fuel Cell saat dipamerkan di hajatan Frankfurt Motor Show 2019 – dok.Motor1

Hal itu diakui Anggota Dewan BMW, Klaus Fröhlich. “Kami yakin bahwa berbagai sistem powertrain (mesin) alternatif akan ada dan berdampingan satu sama lain di masa mendatang. Karena memang tidak ada solusi tunggal untuk memenuhi persyaratan dalam sistem mobilitas masyarakat di masa mendatang yang penuh dengan persyaratan ketat. Dan, teknologi sel bahan bakar hidrogen cukup layak menjadi pilar keempat portofolio powertrain kami dalam jangka panjang. Sedangkan, model kelas atas dalam keluarga(BMW) X kami yang sangat populer, akan menjadi kandidat yang sangat cocok di sini,” papar dia.

Adapun Toyota, telah terbukti sukses dengan FCV (mobil berbahan bakar hidrogen) selama sekitar 20 tahun terakhir. Raksasa otomotif dunia asal Jepang itu telah memulai pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen sejak tahun 1992. Bahkan mulai menyewakan FCV di Jepang pada tahun 2002.

Ilustrasi, Toyota Mirai Fuel Cell Electric Vehicle, mobil terelektrifikasi Toyota berbahan bakar hidrogen hadir di IEMS 2019 – dok.Motoris

Toyota bahkan diketahui telah membuat bus, truk, dan bahkan forklift bertenaga hidrogen, meski masih digunakan secara terbatas. Dan mobil hidrogen Toyota yang telah dijual ke berbagai negara adalah Mirai yang diperkenalkan pada tahun 2014 dan generasi terbarunya ditampilkan tahun 2019 lalu. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS