PSBB di Jakarta Direstui, Industri Otomotif Menunggu Juklak

PSBB di Jakarta Direstui, Industri Otomotif Menunggu Juklak
Ilustrasi, diler Mitsubishi Motors - dok.Mitsubishi-motor.co.id

Jakarta, Motoris – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto Jumat (3/4/2020) telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus, dan sekaligus mengabulkan permohonan pemerintah DKI Jakarta untuk menerapkan status PSBB di wilayahnya. Salah satu dari enam kegiatan yang dibatasi selama masa PSBB adalah tempat kerja.

Sementara, tempat kerja yang selama ini ramai dikunjungi masyarakat dalam interval waktu kunjungan yang cukup lama serta interaksi yang intensif antara pegawai atau karyawan kantor dengan pengunjung adalah diler kendaraan bermotor. Lantas, akankah diler-diler di wilayah DKI Jakarta juga bakal diliburkan? Kegiatan apa yang bakal dipakai untuk menggantikan pertemuan antara pengunjung dengan petugas atau karyawan diler dalam rangka penjualan unit dan yang terkait dengan layanan tersebut?

Bagaimana kegiatan perbengkelan baik dalam rangka perawatan maupun perbaikan kendaraan? Sejumlah kalangan di industri kendaraan bermotor yang dihubungi Motoris, Selasa (7/4/2020) rata-rata mengaku masih akan mempelajari petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang merupakan turunan dari peraturan tersebut.

Ilustrasi calon pelanggan Toyota tengah bertransaksi dengan staf diler – dok.Istimewa

“Sampai hari ini kan kami belum mengetahui secara rinci dan jelas seperti apa isi peraturan menteri kesehatan itu khususnya yang terkait pembatasan kegiatan kantor terkait PSBB itu. Kami sangat mendukung upaya-upaya pemerintah untuk menangkal Covid-19 dan dampaknya. Tetapi harapan kami, perputaran roda perekonomian sedapat mungkin juga masih bergerak. Karena itu, bagaimana teknis dan pelaksanaan kebijakan itu yang penting,” tutur Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi.

Pernyataan serupa diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy. “Intinya, Toyota akan ikut arahan pemerintah. Untuk detil PSBB, kami juga menunggu petunjuk pelaksanaan di DKI Jakarta seperti apa, setelah itu kita baru bisa memastikan langkah yang akan dilakukan seperti apa,” kata dia.

Meski, lanjut Anton, jika nantinya tempat kerja – termasuk diler – harus dibatasi atau diliburkan dan seluruh atau sebagian besar dialihkan ke sarana digital atau onlie, TAM telah siap. Terutama dalam kegiatan penjualan.
“Kalau penjualan rasanya selama ini, kami sudah mengarah ke digital ya. Dan di Jakarta, sudah terbiasa berkomunikasi melalui chat seperti whatsapp dan lain-lain,” ucap dia kepada Motoris.

Ilustrasi, – dok.Motoris

Kegiatan bengkel
Menunggu kepastian petunjuk teknis dan pelaksanaan PSBB di Jakarta juga dilakukan Hino Motor Indonesia dan Mitsubishi Motors Indonesia. Meski – seperti halnya Toyota – di kantor maupun diler kedua Agen Pemegang Merek (APM) sejatinya sudah menerapkan komunikasi via sarana digital di antara karyawan maupun dengan pelanggan.

Menurut Sales & Promotion PT Hino Motor Saes Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo, dalam skala tertentu, kegiatan di kantor pusat maupun diler – terutama di Jakarta – sebenarnya juga telah menjalankan kegiatan komunikasi melalui digital. Hanya, soal layanan bengkel, Santiko menyebut pihaknya perlu meramu formulasi layanan.

“Kita lihat apakah bengkel masih boleh buka atau tidak, karena kefiatan bengkel kendaraan komersial itu intensitasnya tinggi. Sedangkan kalau kegiatan penjualan, di Jakarta ini yang tertinggi intenstasnya, karena kalau kendaraan komersial, khususnya di kami, aktivitas pembelian itu hampir 50% terjadi di Jakarta. Karena perusahaan-perusahaan penyerap produk Hino, meskipun proyeknya di berbagai wilayah di Jawa maupun luar Jawa, kantornya ada di Jakarta, kalau di Jakarta kegiatan dibatasi ya repot juga. Makanya, kami lihat dulu petunjuk pelaksanaannya seperti apa,” papar dia saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Direktur HMSI, Santiko Wardoyo (berkaca mata) tengah meninjau pabrik perakitan truk Hino – dok.Istimewa

Head of Public Relation & CSR PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Aditya Wardani, mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari PSBB di DKI Jakarta. “Kami akan mempelajari dulu sejauh mana pemberlakuannya (PSBB di Jakarta),” papar dia kepada Motoris melalui aplikasi pesan elektronik, Selasa (7/4/2020).

Seperti halnya Santiko, Aditya juga menggarisbawahi pentingnya melihat aturan yang terkait dengan pembatasan kegiatan di tempat kerja khususnya di bengkel. Pasalnya, meski hingga saat ini MMKSI telah menyediakan layanan servis mobile, dimana mekanik akan mengerjakan perawatan maupun perbaikan kendaraan di rumah pelanggan, namun untuk kasus-kasus tertentu proses perbaikan tetap harus dilakukan di bengkel.

“Sebenarnya sejak minggu lalu memang sudah jauh berkurang, (konsumen) yang servis langsung ke diler. Jadi customer memang inisiatif telepon diler untuk (mendapat layanan) home service,” kata dia.

Hanya, ketika kendaraan dicek dan ternyata perlu perbaikan khusus, maka kegiatan harus dilakukan di bengkel karena perlu peralatan khusus. Sebab peralatan tersebut tidak mungkin dibawa ke rumah pelanggan.
“Karena itulah, kami akan pelajari dulu (petunjuk teknis/pelaksanaan) PSBB,” ujar Aditya.

Mobile Service Mitsubishi Motor Indonesia – dok.Istimewa

Alasan serupa juga dilontarkan Santiko Wardoyo dan Anton Jimmi Suwandy.

Sekadar catatan, Pasal 13 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 menyatakan ada enam kegiatan dibatasi saat PSBB berlangsung. Aktivitas tersebut meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat umum, kegiatan sosial budaya, moda transportasi, serta kegiatan lain terkait pertahanan dan keamanan. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This